<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388</id><updated>2011-04-21T12:21:32.825-07:00</updated><title type='text'>::ukhti humaira::</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-117491704035087434</id><published>2007-03-26T07:48:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T07:56:22.546-07:00</updated><title type='text'>Skenario</title><content type='html'>Suatu hari seorang istri berkata kepada suami, “ayah, lihat ini uang simpanan ibu”. Suaminya menatap uang yang diperlihatkan istrinya sambil berkata, “Banyak sekali bu, darimana uang sebanyak ini?”. Istrinya tersenyum lalu berkata, “dari sisa uang belanja sehari-hari, Yah. Ibu kumpulkan selama berbulan-bulan hingga terkumpul sebanyak 900 ribu ini”. ”Lalu mau dibuat apa uang ini?”, tanya suaminya penasaran. ”Tidak tahu, Yah. Pasti suatu saat ada gunanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan itu berlalu beberapa hari hingga suatu hari sang istri melihat pembantunya merintih kesakitan pada kakinya.&lt;br /&gt;”Ada apa, Bi?”, tanyanya.&lt;br /&gt;”Nggak apa-apa Bu, cuma kaki saya agak sakit”&lt;br /&gt;”Ayo ke dokter, kita periksakan”.&lt;br /&gt;”Nggak usah, Bu, cuma sakit biasa kok”.&lt;br /&gt;”Bibi, kita ke dokter untuk memastikan semuanya baik-baik saja, ayo berangkat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kaki sang bibi diperiksa, hasil analisa dokter menyatakan bahwa kaki bibi terserang penyakit berbahaya dan harus dioperasi. Bibi sangat panik dan bertahan untuk tidak mau dioperasi karena pasti akan memakan biaya sangat besar. Namun, sang istri membujuk bibi agar mau dioperasi agar penyakitnya sembuh. Akhirnya bibi menyetujui untuk dioperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah operasi dilakukan sang suami bertanya pada istrinya. ”Ibu, darimana dapat uang untuk membayar operasi bibi?”. ”Ayah lupa ya, kan ibu punya simpanan dan alhamdulillah biaya operasinya pas 900 ribu”. Sang suami menepuk dahinya, ”Oh iya, tapi Bu uang itu kan ibu kumpulkan selama berbulan-bulan dengan susah payah dan sekarang habis untuk operasi bibi.” Istrinya tersenyum lalu berkata sambil bercanda, ”Ayah, nggak masalah uang itu habis. Daripada ibu yang dioperasi dan ibu yang harus membayar biaya operasinya lebih baik kan bibi yang harus dioperasi dan ibu yang membayarnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana sekali kisah di atas, tapi kisah ini (pertama kali mendengarnya dari radio MQ FM) begitu berkesan bagi saya. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah singkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita penuh dengan skenario. Ya, skenario indah dari Sang Pembuat Skenario. Siapa yang menggerakkan hati sang istri untuk mengumpulkan uang sisa belanja dan tak tahu akan digunakan untuk apa? Siapa yang memberikan penyakit pada bibi hingga harus dioperasi? Siapa yang menetapkan biaya operasi kaki bibi pas sejumlah uang sisa belanja yang terkumpul? Ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang bisa muncul dan semuanya seolah sebuah kebetulan, tapi di baliknya adalah sebuah skenario yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita adalah skenario panjang yang penuh kejutan dan misteri. Terkadang jika kita merenung sejenak dan me-review kembali benang-benang kehidupan kita di masa lalu dan kini, dapat kita temukan sebuah jalinan dan korelasi yang indah di antaranya. Kenapa dulu kita harus mengalami sebuah kejadian? Setelah kita review saat ini sering kita temukan jawabannya kemudian. Terkadang kejadian itu begitu menyakitkan bagi kita, tapi ketika hari-hari telah berlalu dan jawaban atas kejadian itu terungkap justru kita akan merasa sangat bersyukur mengalami kejadian itu. Terkadang, sesuatu yang kita kira baik untuk kita belum tentu baik untuk kita di mata Allah, dan sebaliknya sesuatu yang menurut kita tidak baik untuk kita belum tentu tidak baik untuk kita menurut Allah. Jadi, apapun yang diberikan kepada kita adalah yang terbaik, bukan menurut ukuran kita, tapi menurut ukuran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman pernah berkata kepadaku bahwa hidup ini adalah seperti sebuah sekolah dengan Allah sebagai pembuat kurikulumnya. Sebuah pelajaran tidak akan diberikan kepada kita jika Sang Pembuat Kurikulum memutuskan kita belum siap untuk menerimanya. Mungkin, dengan berpikir seperti itu akan membuat kita lebih tenang dan tawakal. Seperti kisah seniorku yang kemarin harus kehilangan bayinya. Setelah kejadian itu berlalu, dia berkata kepadaku bahwa mungkin masih banyak hal yang menjadi amanahnya dan harus segera diselesaikan, salah satunya kuliahnya yang sudah molor setahun dan masih banyak mata kuliah yang harus diambil. Ya, semua pasti ada hikmahnya. Seorang teman satu kost juga pernah bercerita bahwa sekarang ia sedang bingung karena begitu banyaknya orang yang ingin bertaaruf dan melamarnya. Hmm, aku hanya berkomentar seperti kata temanku, sebuah pelajaran tidak akan diberikan jika kita belum siap menerimanya jadi kalau sekarang sebuah pelajaran diberikan, Sang Pembuat Kurikulum mungkin menganggap kita sudah pantas untuk menerimanya, dengan kata lain teman satu kostku itu mungkin memang sudah waktunya untuk segera memutuskan memilih ’teman sejati’-nya. Satu tambahan lagi, yang pasti ketika sebuah pelajaran datang pada kita, Allah juga sudah menyiapkan bekal untuk kita agar bisa melalui pelajaran itu. Jangan takut dan resah jika sesuatu yang sangat kita harapkan belum dikabulkan, terus berdoa dan berikhtiar, sambil menunggu ’pelajaran’ itu siap kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kedua, seringkali kita menyepelekan nikmat yang diberikan oleh Allah dan pada setiap kejadian buruk yang kita alami pasti masih ada yang bisa kita syukuri . Kesehatan, bisa melihat, bisa mendengar, terlahir sebagai anak normal adalah nikmat yang sangat besar. Nikmat, tidak harus berupa harta benda, materi, atau berbentuk fisik. Seseorang berkata harta manusia itu ada 3, makanan yang jika sudah kita makan akan jadi kotoran, benda-benda yang jika sudah kita pakai akan usang, dan sedekah yang akan jadi simpanan kita di akhirat. Jangan takut untuk sedekah dan menghabiskan uang kita untuk membantu orang lain karena siapa yang meringankan beban saudaranya di dunia maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat. (kayaknya justru ini simpanan harta kita yang terbesar ya??).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 26 Maret 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-117491704035087434?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/117491704035087434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=117491704035087434' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/117491704035087434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/117491704035087434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2007/03/skenario.html' title='Skenario'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-116409395287121676</id><published>2006-11-20T23:11:00.000-08:00</published><updated>2006-11-20T23:25:53.870-08:00</updated><title type='text'>Siap menerima &amp; siap kehilangan</title><content type='html'>Siap Menerima &amp; Siap Kehilangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memiliki sahabat dekat di kampus, kakak kelas angkatan 2002 yang biasa kupanggil “teteh”. Sebenarnya hubungan kami biasa-biasa saja seperti hubunganku dengan teteh-teteh yang lain. Namun, ada beberapa hal yang membuat hubungan kami menjadi tidak biasa, satu : tanggal ulang tahun kami hanya selisih satu hari, dua : hari pernikahan kami pun selisih satu hari pula, tanggal 26 April 2006 dan tanggal 27 April 2006, tiga : setelah menikah kami sama-sama jauh dari suami. Sebuah kebetulan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan April telah berlalu dan kami menjalani kuliah bersama seperti biasa hingga hari itu tiba, ketika teteh dengan berbinar berkata padaku bahwa dia hamil. Aku senang sekali mendengarnya, emh akan ada keponakan baru nih, dan itu berarti keponakan pertama di keputrian Az-Zahra kami. Sejak itu, aku jarang bertemu teteh lagi, menurut teteh-teteh yang lain teteh memang jarang kuliah. Dengan kondisi hamil muda yang disertai mual dan muntah yang berkepanjangan pasti cukup berat untuk masuk kuliah setiap hari hingga semester genap saat itu bagi teteh berlalu begitu saja karena tidak dapat mengikuti UAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan September menjelang bersama mentari yang cukup panas dan terik di Bandung, suhu tertinggi Bandung dalam sejarah, 26 derajat Celcius….wuihh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini perkuliahan semester ganjil dimulai dan kudengar teteh mengambil cuti. Emh, senangnya teteh diberikan kelonggaran untuk beristirahat selama hamil. Sedangkan aku, bulan ini walaupun hamil muda tetap harus semangat kuliah. Mual dan muntah…? Emh, alhamdulillah nggak terasa tuh karena sudah didisposisikan ke suami (memangnya Nota Dinas yach pakai disposisi segala), he..he..he…(sampai semua bertanya, ini beneran hamil nggak sih, kok nggak ada mual muntahnya, jadi nggak seru dong…ternyata ibu dan ibu mertuaku juga nggak mual &amp; muntah tuh selama hamil pertama ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan datang dan pergi, Syawal menjelang bersama harapan kesucian di hati dan hari-hari baru dengan sinar matahari hangat di kalbu. September…Oktober…November…kubalik-balik kalender di meja. November…!!! Teteh sudah mendekati hari melahirkan. Pada bulan kelima kehamilannya lalu kudengar teteh harus bed rest karena letak janin terlalu ke bawah, jadi kemungkinan mulai bulan ketujuh harus siap jika lahir prematur. Setelah liburan lebaran aku belum sempat bersilaturahmi ke rumah teteh  hingga hari Jumat lalu sebuah SMS datang. Surprise, dari teteh…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, teteh sudah melahirkan, tapi bayinya meninggal, minta doanya ya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terpaku membaca SMS itu, antara percaya dan tidak percaya. Segera aku menghubungi teteh-teteh yang lain, yang ternyata juga sudah mendapat sms dari teteh. Hari itu juga aku pergi ke rumah sakit dan menjenguk teteh. Di atas tempat tidur yang putih bersih itu, dia terbaring lemah dengan wajah pucat dan senyuman manis. Aku bingung harus berkata apa, hanya ucapan, “sabar ya teh, insyaAllah adeknya akan jadi penolong teteh di Sidratul Muntaha nanti”. Teteh banyak bercerita tentang kejadian itu, kenapa adek sampai meninggal. Katanya, terlilit plasenta di dalam perut, tetapi tidak terdeteksi sejak dini sehingga waktu periksa detak jantung sudah tidak ada. Saat ini juga teteh masih ingat sakitnya melahirkan. Aku jadi teringat dan berfikir, kata orang melahirkan memang sakit, tapi semua rasa sakit itu akan sirna ketika mendengar tangisan bayi dan memandang si mungil itu. Namun, ini teteh melahirkan bayi yang sudah meninggal dalam kandungan. Aku hanya bisa berkata, “sabar ya teh, insyaAllah untuk setiap kesakitan akan dihapuskan satu dosa hingga semua dosa berguguran dan teteh kembali suci”, lalu kami tertawa. “Dijaga ya si Oton*”, pesannya kepadaku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa memperlihatkan wajah sedih di hadapan teteh, hingga 2 jam lebih aku menungguinya kami banyak bercerita dan tertawa. Namun, ketika aku berpamitan dan pulang aku tidak bisa membendung air mataku, aku benar-benar sedih dan menangis. Rasanya pasti berat sekali bagi teteh dan bagi kami, teman-temannya pun ini terasa menyedihkan. Hingga hari Sabtu, ketika suamiku datang aku curhat tentang teteh sambil tak kuasa untuk menangis. Mas hanya berkata, “ya begitulah Dhik, ketika siap menerima berarti kita juga harus siap kehilangan”. Aku terus mengingat kata-kata itu. Ya, ketika kita siap menerima berarti harus siap kehilangan karena semua hanyalah titipan. Ketika kutatap wajah suamiku, aku jadi berpikir bahwa suatu saat pun aku harus siap kehilangan suamiku. Ketika kuteringat orang tuaku, suatu saat pun aku harus siap kehilangan orang tua. Ketika aku mendapatkan sesuatu berarti aku juga harus siap melepaskannya. Simple sekali, siap menerima = siap kehilangan. Namun, terkadang  kita terlena dengan apa yang ada di tangan kita dan tidak menyadari bahwa semua itu hanya titipan. Harta, suami/istri, anak-anak, sahabat, saudara, semua hanya titipan. Bukankah akan tiba suatu hari dimana masing-masing begitu egois untuk membela diri dan menyalahkan orang lain, tidak peduli ayahnya, ibunya, suami/istrinya, saudaranya, anak-anaknya, kecuali tali ikatan yang didasari oleh keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kutulis artikel ini, kuusap perutku perlahan dan aku berkata lirih pada janin berusia 137 hari yang dititipkan dalam rahimku ini, “Adek, suatu saat pun ummi harus siap kehilanganmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: si Oton : panggilan Sunda untuk menyebut bayi yang masih dalam kandungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 21 November 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-116409395287121676?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/116409395287121676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=116409395287121676' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/116409395287121676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/116409395287121676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2006/11/siap-menerima-siap-kehilangan.html' title='Siap menerima &amp; siap kehilangan'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-114481617403326508</id><published>2006-04-11T21:28:00.000-07:00</published><updated>2006-05-15T21:22:14.213-07:00</updated><title type='text'>Wanita &amp; APP</title><content type='html'>Trans TV, Insert Pagi pukul 07.00 ...bersama Irfan hakim &amp; Nira Stania....(bukannya senang nonton gosip artis loh, pas kebetulan nonton Sentuhan Qolbu trus TV belum sempat dimatikan...:)...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini akan disyahkannya Undang-Undang APPmenjadi fenomena pro dan kontra tersendiri dalam masyarakat Indonesia. Ada sebagian masyarakat yang pro dengan UUAPP karena melihat kerusakan moral bangsa Indonesia(sssttt...yg katanya memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia ini) sudah begitu parah(atau bahkan karena begitu parahnya tidak ada kata-kata 'indah' yang mampu mengungkapkan hingga penulis berfikir, ya Allah kasihan anak cucuku nanti jika keadaan ini terus berlangsung tanpa ada perbaikan, ya harus ada perbaikan, paling tidak dari diri dan keluarga kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, masyarakat begitu kontra dengan rencana akan disyahkannya UUAPP ini. Apa pasalnya? Mereka menganggap dengan adanya UUAPP ini akan mengancam pekerjaan mereka, pekerjaan menjadi penyanyi dengan goyang hebohnya, model, artis, bahkan sampai dikaitkan pada masalah pariwisata, masalah ini dan masalah itu.... Hubungannya dengan insert pagi apa ya? Dalam insert pagi hari ini ditampilkan seorang artis yang pasti sudah kita kenal semua kehebohannya beberapa tahun lalu, yup dialah Mbak Inul Daratista yang terkenal dengan goyang ngebornya. Mbak yg satu ini dengan tegas menolak adanya UUAPP karena merasa ke-exist-an dirinya terganggu, kebebasan dirinya juga terganggu, hak azasinya sebagai manusia untuk bebas berekpresi juga terganggu, dan mbak ini kasihan pada rekan-rekan 'sekaumnya' yang pasti akan terancam kehilangan pekerjaannya. Salah satu petikan kata-kata mbak ini adalah sebagai berikut, ya nggak bisa dong UUAPP ini diterapkan di Indonesia, nanti Indonesia akan jadi satu warna, satu agama, satu kultur saja, ya nggak bisa gitu. Hemm, yang lebih hebat lagi mbak ini mengatakan seperti ini, memangnya Indonesia mau dijadikan negara Thaliban, semuanya harus berjilbab, wanita gk boleh keluar rumah semua. Upps, istigfarlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UUAPP ini tidaklah ada hubungannya dengan menjadikan Indonesia sebagai negara Thaliban, tapi merupakan suatu usaha wakil-wakil rakyat kita di DPR yang masih peduli dengan kerusakan moral bangsa dan berusaha mencegahnya dengan tindakan yang tegas melalui jalur Undang-Undang sehingga pelakunya bisa dijerat dengan hukum. Penulis juga merasa heran dengan sikap masyarakat Indonesia yang begitu sulit diajak untuk 'hijrah' pada kebaikan dengan berbagai dalih dan alasan. Sungguh miris sikap kita dibandingkan sikap sahabat-sahabat Rasulullah dahulu. Ketika suatu ayat turun, beliau2 bersegera mengikuti dan tunduk pada larangan/perintah tersebut. Tersebutlah setelah turun ayat yang mengharamkan kamr, para sahabat segera berlari ke seluruh penjuru kampung dan mengabarkan hal itu. Saat itu terdapatlah segerombolan orang yang sedang meminum arak, sebagian dari mereka separuh gelasnya telah habis diminum dan separuhnya lagi siap untuk diminum, sebagian dari mereka ada yang bibirnya telah menyentuh bibir gelas berisi arak dan tinggal sedetik lagi air itu akan masuk ke dalam mulutnya. namun, begitu mendengar seruan itu mereka segera membuang semua gelas dan memecahkan kendi-kendi berisi arak dan mereka berlarian ke rumah-rumah mereka untuk mengabarkan hal itu dan menghancurkan semua guci-guci besar berisi arak di dalam rumah mereka yg telah disimpan bertahun-tahun, dan jadilah Mekkah waktu itu banjir dengan arak yang terbuang, Subhanalloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssstt ngomong-ngomong memangnya kenapa kalau Indonesia jadi negara Thaliban(just kidding loh ...:D..). Sepertinya 'adem', 'ayem', dan 'tentrem' ya melihat wanita-wanita berpakaian dan berkerudung sopan dimana-mana dikala mata memandang. Mereka berlaku sopan dan mampu menjaga diri dan kehormatannya. Mereka menundukkan pandangannya, menunjukkan rasa malu, dan tidak menunjukkan sikap yang mampu menggoda laki-laki(kecuali terhadap suaminya loh). Ssstt memang apa salahnya kalau wanita dianjurkan untuk tinggal di rumah. Di dalam rumah, mereka menjadi madrasah utama dan pertama bagi anak-anaknya. Di dalam rumah mereka menjaga kehormatan dan harta suami dan keluarganya. Di dalam rumah mereka bersedekah dengan melakukan banyak kebaikan dan pekerjaan yang sebenarnya bukan kewajiban istri; memasak, mencuci baju, mengepel, dll(kaum laki-laki nggak boleh protes karena ini dinyatakan oleh seorang ustadz dlm suatu kajian keluarga sakinah loh :D ). Di dalam rumah mereka bisa belajar banyak hal, bisa mempunyai waktu yang cukup luang untuk mentadabburi Al-Quran, menghapal Al-Quran, dan mempersiapkan rencana-rencana penuh semangat untuk mengamalkan Al-Quran bersama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemm sepertinya ada banyak hal lain yang yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang penting satu kata, 'produktif'..'produktif'..dan 'produktif'. Pernah dengar belum kultur di negara jiran kita, Malaysia. Menurut salah seorang teman, ada trend baru di negara Malaysia, yaitu kaum wanita dianjurkan untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin(paling tidak S2), tetapi trend itu tdk diikuti dengan semakin pesatnya karir wanita di luar rumah, justru sebaliknya ketika mereka menyelesaikan studinya, mereka kembali ke rumah dan fokus kepada keluarganya, mendidik anak-anaknya dengan bekal pengetahuan yang selama ini mereka dapat. Jadi, dapat dibayangkan betapa bagus kualitas SDMnya(kualitas SDM tentu tdk hanya dihubungkan dengan IQ saja kan, moral, akhlak adalah hal yg tidak bisa dipisahkan). Pernah dengar belum, kisah wanita di negara-negara perintis feminisme di Eropa nun jauh di sana. Di kala negara-negara Asia kini menjadi pengikut setia gerakan feminisme ini, ternyata di sana terjadi perubahan cara pandang yang sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip feminisme. Kaum wanita dan ilmuwan di sana telah menyadari dampak yang timbul karena gerakan feminisme ini, keluarga yang hancur, moral bangsa yang hancur, atau bahkan bangsa itu akan hancur pelan-pelan seiring masa(ya iyalah katanya wanita tiang negara gitu lohhh...). Jadi, begitulah kini wanita-wanita itu mulai kembali ke rumah dan fokus mengelola rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah APP, lagi-lagi wanita menjadi fokus(sepertinya membicarakan wanita kok nggak ada habisnya yach). Wanita adalah makhluk yang lembut dan unik. Seharusnya dia dilindungi dan diayomi, bukannya dijadikan objek penderita dan mesin uang bagi pihak tertentu. Wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, jika ia dibiarkan ia akan 'bengkok', jika ia diperlakukan keras ia akan 'patah', tuh susah ya, jadi harus ada pencampuran seimbang dalam memperlakukannya, diantara kelembutan dan ketegasan. Jadi, UUAPP ini adalah salah bentuk perlindungan terhadap kaum wanita, bukan sebagai pengekang gerakan kebebasan. Jika merasa pekerjaannya terancam, maka pikirkanlah untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Jika merasa pariwisata terancam, maka carilah solusi dan jadikanlah objek wisata yg lain(penulis yakin masih begitu banyak objek wisata yg bisa diekspos dibanding objek wisata 'yang begituan') sebagai tujuan wisata yang menarik, asal dikelola dengan baik dan disiplin yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi buat rekan-rekan yang setuju dengan UUAPP yuk kita mulai mendukungnya, kembali lagi mulai dari diri dan keluarga kita, mulai dari hal-hal yang kecil, dan mulai dari saat ini juga. Semoga kita dijadikan khalifah yang terbaik di dunia ini, paling tidak khalifah bagi diri kita sendiri. Semoga kita digolongkan dalam salah satu barisan yang memperjuangkan agama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Bdg, 11 April 2006 --&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-114481617403326508?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/114481617403326508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=114481617403326508' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/114481617403326508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/114481617403326508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2006/04/wanita-app.html' title='Wanita &amp; APP'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-114420972723027669</id><published>2006-04-04T20:14:00.000-07:00</published><updated>2006-04-04T21:02:07.633-07:00</updated><title type='text'>Tragedi Pagi Hari</title><content type='html'>06.00&lt;br /&gt;Aku sedang menangis tersedu-sedu... Tiba-tiba terdengar sebuah suara lirih, "Axxxx sakiit...telingaku kemasukan sesuatu". Aku terkejut, itu kan suara tetangga sebelahku. Segera aku menemui dia dan kulihat di telinganya sdh menetes darah segar.&lt;br /&gt;"Uni kenapa?", tanyaku khawatir.&lt;br /&gt;"Ada yg masuk ke telinga dan sekarang sdg menggigit-gigit, perih sekali.."&lt;br /&gt;"Coba dikasih air..", saranku.&lt;br /&gt;Teman yg lain segera berdatangan, "Kenapa sih..? Aduh Uni kenapa"&lt;br /&gt;Uni mulai tidak tahan dengan rasa sakitnya dan menangis sambil duduk di pintu kamar mandi. Aduh, gimana nih!&lt;br /&gt;"Biasanya keluar sendiri kok Uni, telinganya digerak-gerakkan aja", usulku.&lt;br /&gt;Uni masih menangis. Segera kutelepon dokter langganan kami...&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum, ibuuuu, telinga teman saya kemasukan sesuatu, katanya sekarang sdg menggigit-gigit sampai berdarah loh bu, gimana dong bu..", tanyaku panik.&lt;br /&gt;"Bawa ke UGD aja secepatnya, nanti disana ada alat untuk mengeluarkannya kok", saran beliau tenang.&lt;br /&gt;"Terima kasih bu, Assalamu'alaikum wr wb"&lt;br /&gt;"Uniii, sekarang ganti baju dan kita ke UGD"&lt;br /&gt;Bergerak cepatlah kami berdua untuk ganti baju, aku dan Uni takut sekali kalau terjadi apa-apa, aplagi yang diserang kan bagian telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06.30&lt;br /&gt;Kami segera pergi ke UGD ST Borromeus dengan naik angkot. Kira-kira 10 menit kami sampai dan segera melakukan pendaftaran. Dokter dan assistennya segera datang dan memeriksa telinga Uni. Cukup lama juga untuk mendeteksi makhluk apa yang masuk ke telinganya. Akhirnya beberapa lama kemudian mbak assisten berhasil mengeluarkan makhluk itu. Ast&lt;br /&gt;agfirullah, makhluknya besar sekali, aku tdk habis pikir bagaimana bisa masuk ke telinga. Pantas saja Uni merasakan perih dan sampai berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah menunggu Uni, adik laki-lakiku menelepon.&lt;br /&gt;"Mbak, aku sakit, enaknya masuk kerja nggak?"&lt;br /&gt;"Sakit apa, adik sayang?"&lt;br /&gt;"Mataku sakit 'beleken'", gimana ini mbak, masuk nggak..."&lt;br /&gt;"Masuk aja, tapi pakai kacamata hitam..hehehehe..", aku becandaian dia.&lt;br /&gt;"Mbak..."&lt;br /&gt;"Kata dokter gimana, sdh berobat belum"&lt;br /&gt;"kemarin sdh beli obat di apotik, tapi belum ke dokter"&lt;br /&gt;"Trus..."&lt;br /&gt;"Ya gimana dong mbak.."&lt;br /&gt;"kalau sakit banget ya nggak usah masuk..."&lt;br /&gt;"Gimana ya, aku telepon ibu aja ya mbak.."&lt;br /&gt;"Ya, ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uppff, sekarang sepertinya sedang musim penyakit. Tadi pagi pas bangun hidungku sdh terasa tersumbat, sepertinya aku juga mau terserang flu, penyakit bawaan sih kalau mau ujian pasti flu. Kesehatan adalah nikmat yang sangat mahal, tetapi terkadang terlalaikan. Saat kita sehat seringkali melupakan nikmat satu ini dan tidak berusaha menjaganya. Katanya sebagaian besar penyakit berasal dari perut yg artinya dari makanan. Memang benar, makanan sangat berpengaruh bagi kita, sampai-sampai Allah berfirman khusus agar manusia memperhatikan makanannya yaitu dalam QS 'Abasa: 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"fal yanzhuril insaanu ilaa tha'aamih" (Hendaklah manusia memperhatikan makanannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini bila ada teman, saudara, kakak, adik yang sedang sakit, semoga diberikan yang terbaik oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah ampunilah daku, rahmatilah daku, kayakan daku, angkatlah darjatku, rezekikanlah aku, berilah aku hidayah, sihatkanlah aku dan maafkanlah aku." (doa antara 2 sujud)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-114420972723027669?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/114420972723027669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=114420972723027669' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/114420972723027669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/114420972723027669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2006/04/tragedi-pagi-hari.html' title='Tragedi Pagi Hari'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-114361906497844538</id><published>2006-03-28T23:14:00.000-08:00</published><updated>2006-05-15T22:01:30.926-07:00</updated><title type='text'>Balada KP 1</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hari ini proposal KP(kerja praktekku) disetujui. :) Kerja Praktek adalah salah satu mata kuliah wajib di jurusan Teknik Informatika di kampusku. Karena aku ada pekerjaan membuat aplikasi di kantor maka kujadikan saja pekerjaanku itu sebagai bahan KP, hehehe. Setelah 2x aku berkonsultasi dengan Sekjur, dosen yg bertugas mengurusi KP, akhirnya KP-ku disetujui juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kecil pada proses Kp-ku ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Awal Januari : aku sdh mulai merancang aplikasi dan sdh berkonsultasi dengan pegawai yang akan jadi pembimbing dari perusahaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Februari : Aku mulai mengumpulkan informasi tentang Kp dari Teteh2 yang sdh lulus KP, mencari buku pedoman penulisan KP, dan setahap demi setahap mulai menyusun proposal. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Awal Maret : aku sdh membuat quisioner dan mengedarkannya ke beberapa pegawai di unitku, tanggapan beliau2 bagus dan hampir 100% setuju bahwa aplikasi yang kurancang memang dibutuhkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tengah Maret : proposal sudah oke dan siap kuajukan, aku ajukan proposal pada tanggal 24 Maret 2006&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akhir Maret : proposalku disetujui dgn dosen pembimbing Bpk Heri Purwanto (sstt..ini salah satu dosen favoritku loh :D ) dan beliau meminta aku meneruskan Bab II dan bab III, Alhamdulillah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Sekarang aku harus semangat mengerjakan KP dan tidak boleh malas-malasan karena aku berpacu dengan waktu dan target(minta doanya ya semoga aku bisa lulus 3.5 tahun, amiin). Saat aku malas, aku mengingatkan diri sendiri tentang ucapan Ustdz Hasan Al Banna(semoga Allah merahmati beliau) bahwa pekerjaan kita begitu banyak dan 24 jam tidak cukup untuk kita. Selain itu ada seorang teman yang pernah mengucapkan kata-kata yang begitu indah, "Bagi orang beriman tidak ada kata istirahat di dunia ini, istirahat orang beriman adalah di akhirat nanti", Subhanalloh banget. Yach, pekerjaan kita begitu banyak! Semangat, Allahu Akbar!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, selama 2 hari yaitu tgl 25-26 Januari aku mengikuti IBT (kami becandain bacanya jadi : Ihhhh Be Te :P) yaitu Islamic Basic Training yang diadakan oleh DKM Hamzah &amp; LDK di kampusku. Subhanalloh, acaranya bagus banget. Ada materi makrifatullah yg dikemas dengan gaya anak muda dan materinya keren banget. Selain itu ada materi kepemimpinan yang juga bagus dan diskusi yang menarik. Acara seperti ini kupikir sangat bagus sekali apalagi di tengah kelesuan &amp;amp; ketidaktertarikan mahasiswa pada hal-hal yang berbau agama. Materi yg dulunya dikemas begitu berat (apalagi judulnya sudah berat : mengenal Allah) kini dikemas dengan presentasi yang menarik, diiringi music lembut, dan kata2 anak muda yang singkat, tapi dalamm. Oh ya, aku mau minta bahan presentasinya ke DKm ah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Selama pelatihan itu aku benar2 termotivasi untuk memperbaiki hidup ini, mereview kembali kehidupan yang telah lalu dan mulai merancang kehidupan yang penuh makna agar berhasil menjadi orang sukses(dunia &amp;amp; akhirat). kehidupan ini bagaikan kehidupan seorang pengembara yang sedang berhenti di bawah pohon kurma di tengah padang pasir, sedangkan perjalanan itu masih begitu panjang. (Subhanalloh, semangat banget nih!!) Semangattt, Allahu Akbar!!&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr wb&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-114361906497844538?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/114361906497844538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=114361906497844538' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/114361906497844538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/114361906497844538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2006/03/balada-kp-1.html' title='Balada KP 1'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-113706010874088816</id><published>2006-01-12T01:56:00.000-08:00</published><updated>2006-01-12T02:01:49.073-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru, semangat baru</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr wb.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, lama sekali aku tidak menulis catatan di blogspotku ini. Emmm sudah hampir setahun..subhanalloh... Selama hampir setahun ini sudah banyak sekali yg telah terjadi dan setahun yang akan datang pun akan ada banyak kejadian yang sudah menanti. Setahun yg telah berlalu aku banyak sekali belajar tentang kehidupan, tentang kepasrahan, tentang ketegaran, tentang kesabaran, dan masih banyak hal lainnya. Setahun yang akan datang pun, insyaAllah, aku akan banyak belajar tentang hidup dan memaknai hidup. Satu hal penting yang kudapat di tahun kemarin adalah, menjadi apapun kita maka lakukanlah yang terbaik. InsyaAllah.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr wb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-113706010874088816?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/113706010874088816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=113706010874088816' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/113706010874088816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/113706010874088816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2006/01/tahun-baru-semangat-baru.html' title='Tahun Baru, semangat baru'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-111207851199678658</id><published>2005-03-28T22:40:00.000-08:00</published><updated>2005-03-28T23:18:49.350-08:00</updated><title type='text'>Catatan Kecil</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#6666cc;"&gt;Dimulai dari hari ulang tahunku di tahun lalu, aku mulai tinggal di kostan baru. Sebuah kostan yang terletak di Jln Dipati Ukur dengan kesibukan lalu lintas yang tiada pernah berhenti. Awal aku menempati ruang bercat kuning dan berlantai keramik itu, kesulitan mulai terjadi. Tetangga kamar sebelahku membunyikan TV sangat keras. Upppfff, aku benar-benar tidak bisa tidur. Di luar suara kendaraan bermotor begitu mengganggu dengan suara klakson yang memekakkan telinga. Aku sempat berfikir, sanggupkah aku di sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu dan tiba-tiba semua menjadi biasa. Tetangga kamar sebelah tidak lagi membunyikan TV keras-keras dan suara-suara mobil di luar kubayangkan suara binatang malam dalam kesunyian dan kedamaian suasana di desa. Kehidupan terus berjalan dan hal-hal baru selalu hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berjalan sebentar ke arah timur kost-kostan, dijumpailah hiruk pikuk pasar Simpang, yang sepanjang hari selalu ramai, mulai dari pagi-pagi buta hingga larut malam. Pagi-pagi buta berdatanganlah penjual sayur-sayuran yang membawa barang dagangannya yang masih segar. Jika ingin mencari sayuran segar hendaknya berbelanja kurang dari pukul 06.00 karena selepas itu tinggal sayuran layu dan tidak segar lagi yang tersisa. Pada hari minggu biasanya aku mengantar Teteh di kostan berbelanja sayuran. Subhanalloh, senang sekali rasanya melihat sayur-sayuran dan buah-buahan yang begitu segar. Selama 5 hari setia 8 jam di depan komputer, tentu menyenangkan sekali bagiku melihat warna-warni yang terhampar bak permadani di hadapanku. Selain itu, aku mempunyai misi tertentu ikut Teteh berbelanja, browsing makanan tradisional. Sudah beberapa kali aku menemukan makanan tradisional yang kuingat mungkin ketika masih SD/SLTP aku terakhir kali memakannya. Ada ‘&lt;em&gt;hawuk&lt;/em&gt;’, ‘&lt;em&gt;lopis&lt;/em&gt;’, dan ‘&lt;em&gt;grontol&lt;/em&gt;’. Alhamdulillah, senang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang menjelang dan kesibukan mulai pudar. Kemacetan di sekitar Pasar Simpang pun datang dipenuhi hiruk pikuk klakson nan bersahutan, peluh keringat kepadatan orang berlalu lalang, ataupun wajah suntuk penumpang angkutan. Inilah Bandung dengan kemacetannya yang, emmmm nggak “elite”, kata sebagian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, yang dulu terkenal dengan kesegaran udara dan dinginnya yang khas, saat ini bisa dikatakan tinggal kenangan. Menurut informasi dari temanku, sejak jaman penjajahan Belanda dulu, telah dibuatkan standar kepadatan penduduk dan peraturan tidak boleh dijamahnya Bandung Utara(daerah Dago atas, puncrut, dan sekitarnya) untuk pembangunan karena daerah inilah yang menjadi hutan tadah hujan dan menjaga keseimbangan air tanah di Bandung. Bila daerah ini tidak dijaga, Bandung yang berelief daerah Cekung ini tentu akan rawan sekali, pertama terhadap tanah longsor, kedua terhadap kemungkinan sulitnya menemukan sumber air. Kini, di daerah tersebut telah banyak dibangun perumahan dan pembangunan jalan. Penduduk Bandung dikabarkan telah mencapai 5x standar kepadatan penduduk yang dulu ditetapkan pemerintah Belanda. Beberapa teman yang orang asli Bandung juga mengeluhkan jumlah penduduk yang semakin padat dan ternyata sebagian besar berasal dari daerah luar Bandung yang bekerja (termasuk aku donggg….). Kepadatan penduduk ditunjang dengan jumlah mobil yang sangat banyak, tetapi tidak didukung dengan fasilitas jalan yang lebar dan pengaturan jalur perjalanan yang bagus membuat Bandung begitu semrawut, terlebih di hari libur dimana banyak pengunjung dari luar bandung berdatangan. Di pagi hari juga polusi di Bandung bisa dirasakan. Tidak tahu bagaimanakah situasi Bandung beberapa tahun lagi. Bandung…oh..Bandung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mentari melambaikan tangan dalam bingkai jendela kejinggaan yang tersapu lembut awan, kemacetan itu seolah tak menghiraukannya. Mentari pun dibalutnya dengan kekecewaan, ketika peringatan akan bergantinya hari-hari di tahun hijriyah menjelang, senja hari, seolah terlewatkan dengan kesibukan, mengejar setoran angkot, mengejar waktu sampai ke rumah tepat waktu, mengejar keuntungan dalam berdagang, dan mengejar belas kasihan dari sang penderma. Kekecewaan mentari semakin dalam, ketika ia harus berpisah dengan bumi, ketika alunan penyeru ketaqwaan berkumandang ke seluruh jagad raya, dan ketika malam semakin nyata menggantikannya, tetapi orang-orang itu tiada beranjak untuk berkeluh kesah kepada kekasih-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari, pasar Simpang semakin ramai. Warung-warung di pinggir jalan mulai buka dan menghadirkan bermacam masakan. Tenda-tenda kecil dengan lampu neon yang terang atau suram dan kepulan asap dari kompor tempat masakan diolah adalah suasana khas tersendiri diantara kesibukan jalan dengan jumlah kendaraan yang semakin bertambah. Hilir mudik mahasiswa dengan penampilan khasnya, kaos santai, celana jeans, sepatu boats, dan tas punggung besar, yang sedang mencari makan memenuhi sepanjang jalan. Perempatan Simpang adalah tempat strategis dimana hampir semua angkot melalui jalan ini. Dengan berjalan kaki beberapa puluh meter darinya akan ditemui kampus ITB dan UNPAD yang amat terkenal dari kota ini. Pada malam seperti ini, biasanya aku berburu makanan tradisional yang hanya disajikan di malam hari, namanya “putu”. Aku sangat senang sekali makanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah catatan kecilku tentang kostan baruku dan kota Bandung. Saat aku menulis catatan kecil ini, di luar udara begitu dingin dan mendung menyelimuti di seluruh langit. Dari lantai 4 inipun, mobil-mobil yang terlihat seperti mobil-mobilan sedang digerakkan di sepanjang jalan Surapati, sebagiannya berbelok ke arah utara, melewati jalan Bagus Rangin, melewati Dipati Ukur, dan aku tahu akhirnya ia akan melewati Perempatan Simpang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-111207851199678658?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/111207851199678658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=111207851199678658' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/111207851199678658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/111207851199678658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2005/03/catatan-kecil.html' title='Catatan Kecil'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-110266958189173213</id><published>2004-12-10T01:05:00.000-08:00</published><updated>2005-03-28T23:20:15.953-08:00</updated><title type='text'>Semangat Baru</title><content type='html'>&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Assalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt;Lama sekali tidak menulis blog, seiring itu banyak sekali yang sudah terjadi. Hari demi hari di Bandung kurasakan semakin sesak dan juga semakin membuat aku bersemangat menyelesaikan semuanya, meninggalkan semua kenangan di sini, dan pulang kembali ke Jawa Timur. Cita-cita klasik, yang terkadang begitu mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan dan aku tidak mampu menahannya. Kehidupan terus berubah dan aku masih terhanyut di dalamnya dalam keterpakuan. Manusia hanya membutuhkan waktu untuk bisa meneima perubahan itu, menyenangkan atau menyakitkan. Alhamdulillah, walaupun aku masih belum begitu mudah beradaptasi dengan perubahan, sekarang aku merasa harus lebih dewasa dan bijak menghadapinya. Inilah dunia. Inilah kehidupan yang sebenarnya, penuh lika-liku, perjuangan, dan pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu-minggu ini kuliah setelah libur Hari Raya Idul Fitri telah mulai aktif. Namun, kegiatan keputrian belum berjalan efektif. Aku merasa, teman2 di keputrianlah yang membuat aku terus bertahan sampai kini di Bandung, insyaAllah. Saat-saat membosankan dan menyulitkan dalam kehidupanku akan sirna begitu aku berkumpul dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, banyak sekali terjadi perubahan. Teman-teman yg berubah perilakunya, pindah bagian di tempat pekerjaan, dan yang terakhir aku pindah kost, sebuah keputusan yang berat. Semuanya terjadi begitu cepat dan masa-masa sekarang ketika aku sejenak termenung, semua telah terjadi dan seakan mimpi Namun, inilah hidup yang fana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai merancang masa depanku, tetapi terkadang bayangan menakutkan itu datang. Namun, hanya kepada Allahlah sebaik-baik penolong dan pelindung, Yang menjamin semua kehidupan makhluknya, Yang selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya. Sedikit demi sedikit hal-hal yang tidak pernah kubayangkan tiba-tiba terjadi begitu saja, dan saat aku sadar, terhenyak, aku telah semakin mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku capek, menari-narikan jari jemari di atas tuts keyoboard hitam seakan refleksi kerinduan akan pengusir kejenuhan yang begitu menyenangkan. Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk mengabdi kepada-Mu, dalam seluruh hidupku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-110266958189173213?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/110266958189173213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=110266958189173213' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/110266958189173213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/110266958189173213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/12/semangat-baru.html' title='Semangat Baru'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-109324720296049190</id><published>2004-08-20T00:45:00.001-07:00</published><updated>2005-03-28T23:22:03.876-08:00</updated><title type='text'>Donor Darah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#6666cc;"&gt;Assalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt;Donor Darah!! Rasanya aku ingin menutup muka dan berlari sekencang-kencangnya mendengar kata itu. “Ayolah, Dik, nggak akan apa-apa kok”, bujuk seorang bapak di sini. Aku masih merasa pucat pasi, tapi berlahan aku menjawab yakin, “insyaAllah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri karyawan di tempat aku bekerja sedang dirawat di rumah sakit dan tiap hari harus cuci darah dengan menghabiskan labu darah sebanyak 12 buah. Persediaan labu sebanyak itu terbatas di Unit Transfusi Darah sehingga seorang karyawan di sini mengusulkan karyawan2 lain yang memiliki golongan darah O untuk mendonorkan darahnya. Gerakan pencarian karyawan berdarah O mulai dilakukan dan terjaringlah beberapa orang(termasuk aku). Awal mulanya aku menjerit, “oo…tidakkkk”, membayangkan bahwa darahku akan diambil sebanyak itu. Kalau pingsan bagaimana, kalau kekurangan darah bagaimana, kalau jarumnya sakit gimana, kalau..kalau…upsss.&lt;br /&gt;“Ayolah Dik, darah kita ternyata bermanfaat untuk orang lain loh”, bujuk bapak tersebut lagi. [Aku tertawa]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pendonoran itu, aku sedikit khawatir. Pasalnya, karyawan2 lain yg ikut telah memiliki pengalaman mendonorkan darahnya. Dalam perjalanan ke PMI aku sering bertanya tentang mekanisme donor nanti dan semuanya menyimpulkan bahwa tidak akan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengisi formulir petugas mengambil contoh darah dengan jarum yang dimasukkan ke dalam semacam alat seperti bolpoint. Rasanya seperti disentak dan agak sakit(seperti terkena ujung bolpoint yang runcing). Darah yang diambil dimasukkan ke sebuah cairan dalam sebuah gelas kecil. Aku tidak sempat bertanya macam2 karena karyawan2 yang lain terus menerus menggodaku. Cairan itu berwarna kebiru-biruan dan kulihat tetes darah yang dimasukkan tadi melayang-layang di air tersebut. Ketika kutanya pada seorang ibu, beliau menjawab bahwa cairan itu untuk mengetahui kadar trombosit seseorang. Jika darah tersebut langsung tenggelam bearti ia memiliki trombosit yang rendah(dan mungkin tdk akan diperbolehkan donor). Selanjutnya ada sebagian darah yang diteteskan ke sebuah kertas, mungkin ini untuk memastikan golongan darah seseorang karena aku merasa pernah mengalami hal ini, dulu sekali, waktu pemeriksaan golongan darah di SLTP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian aku dipanggil untuk menjalani pemeriksaan tekanan darah. Aku agak terkejut mengetahui bahwa tekanan darahku hanya 110/70 karena di brosur mekanisme pendonoran yang sempat aku baca di ruang depan, tekanan darah si pendonor harus 120/80. Saat kutanyakan pada dokter, beliau mengatakan tidak apa-apa, ini adalah tekanan yang masih diperbolehkan untuk donor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku harus mencuci tangan(sampai lengan) dan berbaring di tempat tidur untuk mulai diambil darahnya. Petugas donor mencari letak pembuluh darah di lenganku lalu memasukkan jarum suntik. Aku sedikit bergidik dan merasa sakit. Paling tidak aku pernah trauma dengan jarum suntik dan infus yang kurasakan sangat sakit sekali dahulu ketika pernah terserang penyakit thypus. Namun, rasa sakit saat ini hanya sebentar dan kemudian kulihat darah mengalir deras dari selang yang dihubungkan ke kantong darah.&lt;br /&gt;Darah terus mengalir dan, alhamdulillah, aku merasa seperti tidak terjadi apa-apa. Karyawan2 lain telah selesai dan aku menjadi yang terakhir(mungkin karena baru pertama kali donor, tapi apa ada hubungannya ya ?). Ketika kutanyakan pada petugas kenapa kantong darahku tidak segera penuh, beliau mengatakan tergantung pembuluh darah masing-masing. Beberapa waktu kemudian petugas donor menjepitkan sebuah gunting di selang dan sebuah jepit lagi dengan jarak beberapa centi dari penjepit pertama. Selang dengan jarak beberapa centi dari penjepit kedua ke arah kantong darah lalu digunting. Dari selang sisa yang masih terhubung ke lengan diambil darahnya untuk dimasukkan ke dalam sebuah tabung kecil. Berlahan balutan di lengan dibuka dan jarum diambil. Petugas menyarankan untuk menekan lubang bekas jarum suntik dan meletakkan tangan di atas lalu menutupnya dengan plester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai melakukan donor kami mendapatkan telur, pop mie, dan vitamin. Alhamdulillah, aku senang sekali mendapatkan pengalaman donor darah ini. Seseorang mengatakan padaku bahwa jumlah darah dalam tubuh seseorang itu tetap. Dengan donor darah ini maka tubuh akan membentuk darah baru sebagai pengganti darah yang diambil. Bila seseorang tidak melakukan donor darah maka darah yang ada di dalam tubuhnya tidak akan berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang untuk memulai sesuatu, yang insyaAllah positif, itu banyak sekali hambatan yang bermunculan. Rasa takut, pikiran buruk, sugesti negatif, dan bermacam alasan lainnya. Padahal mungkin bila kita mempunyai keberanian sedikit saja untuk memulainya dan berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja, semuanya akan bisa dilalui. Sungguh sulit sekali untuk meyakinkan diri sendiri(bagiku). Ada orang yang bisa dengan mudah dan mantap yakin pada dirinya sendiri. Ada pula orang yang memerlukan tatapan lembut, pengertian, dan penuh dorongan dari orang lain untuk membantunya meyakinkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#6666cc;"&gt;Nb:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Tgl donor darah : 20 Agustus 2004&lt;br /&gt;Tempat : PMI Cab Bdg, Jln Aceh&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr wb&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-109324720296049190?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/109324720296049190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=109324720296049190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/109324720296049190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/109324720296049190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/08/donor-darah.html' title='Donor Darah'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-109203653613436953</id><published>2004-08-09T00:13:00.000-07:00</published><updated>2005-03-28T23:14:58.450-08:00</updated><title type='text'>Menghitung Waktu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#6666cc;"&gt;Assalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt;Baju merah muda ceria yang kupakai hari ini sepertinya sangat bertentangan dengan suasana hatiku…&lt;br /&gt;Ada satu gigi bungsu yang tumbuh dan sepertinya menyobek gusiku, sakitnya terasa menggigit-gigit. Sakit sekaliii!! Gigi bungsu ini sudah mulai tumbuh sejak aku kelas 3 SMK, 2 tahun lalu. Sekali-kali selama ini dia menggangguku dan membuat aku beberapa hari BT dan diam seribu bahasa. Upss..ada satu kata-kata mutiara yang mengingatkan aku di kala sakit yang bunyinya kira-kira begini, “Tidaklah Allah menimpakan suatu musibah kepada hamba-Nya, walaupun terkena duri sekalipun, melainkan digugurkannya dosa-dosanya”, Aminnnn.&lt;br /&gt;Aku sedang mereview kembali kehidupan dan impianku untuk menjawab pertanyaan seseorang kepadaku. Aku seorang pemimpi, yang mungkin mimpi itu terlalu jauh kujangkau, ataukah aku terlalu banyak berangan-angan tentang sesuatu yang begitu bersemangat kuraih. Aku seorang pemikir, yang pikiranku begitu jauh dan bercabang-cabang, ataukah aku sendiri yang merumitkan pikiran itu padahal hal itu adalah sederhana.&lt;br /&gt;ya Rabb, beberapa hari ini aku begitu galau, dan sedang kehilangan keyakinan pada diri sendiri untuk memutuskan sesuatu…&lt;br /&gt;Aku haruslah berdiri pada kakiku sendiri dan berusaha berjalan lurus bersamanya. Aku haruslah mempunyai keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun, terkadang aku membutuhkan orang lain yang bisa meyakinkan aku dengan mengemukakan data-data, fakta, dan pendapat yang bisa meyakinkanku.&lt;br /&gt;Apakah aku memang harus berkorban sebesar itu untuk menyongsong sesuatu yang sungguh aku masih buta terhadapnya. Ataukah aku lebih memilih untuk berdiri aman di sini dan mematahkan semua prinsip-prinsipku. Ataukah…&lt;br /&gt;Upsss..jangan ikut-ikutan bingung seperti aku ya. Aku sedang menunggu sesuatu, esok hari semoga sudah ada jawaban.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr wb &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-109203653613436953?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/109203653613436953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=109203653613436953' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/109203653613436953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/109203653613436953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/08/menghitung-waktu.html' title='Menghitung Waktu'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-109116145447061584</id><published>2004-07-29T21:14:00.000-07:00</published><updated>2005-03-28T23:17:02.416-08:00</updated><title type='text'>kepingan-kepingan kepribadian</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#6666cc;"&gt;Assalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt;Aku baru selesai membaca buku Personality Plus. Subhanalloh, bagus sekali. Buku itu membahas tentang berbagai type kepribadian, kelebihan dan kelemahannya. Aku pikir, setiap orang harus membaca buku ini. Paling tidak untuk mengenal lebih jauh tentang dirinya dan orang lain. Sejak membaca buku itu, aku begitu bersemangat untuk lebih jauh mengenal teman-temanku. Ketika aku selesai membaca satu type kepribadian, aku mencoba mengingat teman-temanku yang berpotensi memiliki type ini, dengan begitu jika ada sifatnya yang menurutku aneh atau bertentangan dengan sifatku, aku jadi lebih bisa menoleransinya dan mengambil sikap yang tepat untuk menghadapinya. Setiap manusia diciptakan dari bahan yang berbeda, begitu kata buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, aku telah melalui satu tahun masa kuliah. Kuliah itu dimulai bulan September tahun 2003. Karena pagi aku bekerja, aku mengambil kelas karyawan dalam studi S1 selama 4 tahun ini. Pada awal-awal masa kuliah, aku cukup kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan kampusku. Segalanya begitu berbeda dengan yang pernah kualami selama ini. Sistem belajar yang berbeda, menuntut perubahan-perubahan secara cepat, dan kedinamisan yang tinggi. Pada awalnya aku begitu benci karena aku tidak terbiasa dengan sistem seperti ini. Aku terbiasa dengan rencana, rutinitas, dan keteraturan. Di sini segalanya berbeda dan aku harus, mau tidak mau, mampu tidak mampu menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang menjadi ganjalan adalah tentang teman-teman sekelasku. Dalam kelas karyawan tersebut hanya ada 10 orang dengan sifat yang berbeda-beda[ dan buruknya, sebagian besar dari mereka tidak memiliki kecocokan dengan sifatku]. Dari 10 orang tersebut hanya ada 3 akhwat. Satu akhwat adalah teman SMK-ku, dan sejak dulu kami tidak pernah bersama dalam satu kelas atau group. Itu membuat aku cukup kesulitan untuk lebih dekat dengannya. Satu lagi, aku baru mengenalnya, dan sejak pertama aku begitu kaget bahwa ada anak yang begitu ramai, aktif, dan banyak omong seperti dia. [Aku pasti selalu tertawa bila mengingat pertemuanku pertama dgn temanku ini karena tiba2 sekarang kami menjadi sahabat akrab :D ]. Yang lainnya, emm aku hanya tahu sepintas lalu, dan aku cenderung menghindari persahabatan yang begitu akrab dengan ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa terus menerus seperti ini. Seharusnya aku tidak dikalahkan oleh kelemahan seperti ini. Selama semester pertama aku terus menganalisis perkembanganku dalam studiku ini. Lambat laun aku bisa menyesuaikan diri dengan sikap teman-temanku yang kadang bertentangan. Aku tak harus terlalu jauh terlibat dengan mereka, tapi aku juga tidak bisa menjauhi mereka. Sedikit demi sedikit aku mulai bisa membuka diri dan itu sangat penting bagiku karena pada akhir2 semester pertama, aku telah merasa mulai bisa menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal semester kedua aku telah berjanji untuk mengatur kembali rutinitasku. Namun, ternyata aku masih sulit sekali mendisiplinkan diri. Aku jadi merasa bersalah dengan hal itu dan kadang aku merasa bingung, mengapa aku harus merasa bersalah, bukankah hal-hal yang mendadak itu terjadi di luar kendaliku. Harusnya aku tidak merasa bersalah, tapi justru berusaha mengalahkan perasaan itu dan mencari alternatif. Aku jadi merasa bahwa musuh terbesarku adalah diriku sendiri. Aku selalu khawatir dan cemas dengan ketidakteraturan dan kekosongan waktu tanpa aktifitas. Mengapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menemukan buku personality plus setelah sebelumnya aku membeli buku personality puzzle, tapi aku tidak pernah mengerti yang dimaksudkan di buku itu. Setelah aku membaca personality plus ini ada suatu pengetahuan baru yang sangat mengasyikkan. Begitu aku membaca type2 kepribadian itu aku jadi mengerti dengan semua sikapku ini karena kecenderungan type &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt; padaku. Aku tertawa bahwa semua yang ditulis di buku itu adalah cocok dengan sifatku selama ini dan aku tidak perlu cemas dengan semua ini. Aku mulai mencoba mencocokkan sifat teman2 dengan type2 dalam buku itu dan mulai menyadari bagaimana respon mereka terhadap sifatku sesuai buku itu. Pasti kadang teman yang bertype &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt; sangat tidak nyaman padaku karena sifatku  yang menuntut kesempurnaan, perencanaan matang dan lama, dan keteraturan. Teman dengan type &lt;em&gt;khorelis&lt;/em&gt; pasti sangat menyakitkanku dengan sifatnya yang cenderung kasar, suka bertindak cepat, berbicara tanpa ada pemikiran dan perencanaan dulu, dan suka mengatur. Ia juga pasti tidak suka denganku yang sangat lamban mengambil keputusan. Teman &lt;em&gt;plegmatis&lt;/em&gt; mungkin akan diam saja, mengomentari kecemasan dan tuntutan standar tinggiku dengan damai dan bijaksana, lalu berpikir aneh tentang diriku, mengapa di dunia ini ada orang seperti aku. Aku jadi tertawa bila membayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan ini, aku akan sangat senang menuliskan catatan kecilku tentang teman-teman di lingkungan kampusku dan type yang kupikir melekat padanya. [aku tahu ini mungkin penilaianku bisa salah, tapi paling tidak mengingatkan aku untuk lebih memahami mereka]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi. Dia adalah teman akrabku selama studi 1 tahun ini. Tak kuragukan lagi, di &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt; sejati. Dia selalu ceria, banyak memiliki kenalan, banyak berbicara, bisa menyesuaikan diri dengan siapapun, memiliki kecenderungan untuk selalu bersenang-senang, dan kadang terlihat kacau di mataku. Buku itu menyebutkan bahwa teman sejati orang &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt; adalah &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt;, dengan perbedaan yang cukup besar mereka bisa saling mengisi, dan aku setuju dengan pernyataan itu. &lt;em&gt;Melankolis&lt;/em&gt; perlu mendisiplinkan orang &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt; perlu menggembirakan orang &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novi. Dia teman SMK-ku dan bekerja di tempat yang sama denganku. Dari penilaian besarku padanya, dia bertype &lt;em&gt;khorelis&lt;/em&gt;. Tegas, bertindak cepat, baik dalam mengatur dan memimpin, berbicara spontan dan menurutku kadang itu menyakitkan. Namun, buku itu menyebutkan bahwa &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt; harus benar2 mengerti bahwa itu adalah sifat &lt;em&gt;kholeris&lt;/em&gt; dan itu tidak salah. &lt;em&gt;Melankolis&lt;/em&gt; hanya perlu mengabaikan pembicaraan spontan yang tidak dimaksudkan untuk menyakitinya, tapi kelemahan &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt; adalah merasa bahwa setiap orang memiliki maksud dalam pembicaraannya, tidak ada kata yang terucap tanpa makna &amp;amp; maksud, tapi begitulah bagi &lt;em&gt;kholeris&lt;/em&gt; dan juga &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt; dengan penyajian yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T’ Yunita. Dia senior angkatan 2001. Aku cukup memiliki banyak waktu dengannya dan penilaianku tentangnya adalah &lt;em&gt;plegmatis&lt;/em&gt; yang damai. Dalam banyak hal terkadang aku merasa bahwa aku cukup &lt;em&gt;kooperatif &lt;/em&gt;dengannya terutama dalam merencanakan sesuatu. Aku begitu bersemangat merencanakan dan dia akan tenang mendengarkan dan memberikan dorongan. Satu hal lagi tentangnya, dia sangat sensitif dan butuh motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T’ Rita. Seniorku angkatan 2002. Aku memiliki banyak kesamaan dengannya dan aku membenarkan diriku bahwa dia &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt;, sama sepertiku. Tidak menyukai sesuatu yang tidak teratur, suka merencanakan dengan seksama, menginginkan kesempurnaan. Aku jadi berpikir bahwa mungkin orang2 dengan type kepribadian yang sama cocok untuk bekerjasama dalam suatu kelompok untuk mencapai tujuan tertentu, tapi untuk menjalani kehidupan yang panjang dan lama hal itu mungkin jadi cukup berat karena tidak ada variasi dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 keputrian Az-Zahra[T’ Tika, T’ Fitri, T’ Dian, T’ Isti]. Berdasarkan penilaianku dgn T’ Dewi, senior ’99, senior2 ini memiliki type &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt;. Jika berkumpul kami selalu bercanda dan kadang agak susah diajak serius. Namun, itu memberi warna lain pada hidupku, ibarat mata air di tengah padang pasir. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Davis. Ini adalah asisten dosen yang selama setahun ini setia menemani kegiatan praktikum kelas kami. Dari penilaianku, dia pasti type &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt; dengan &lt;em&gt;plegmatis&lt;/em&gt; yang juga kuat. Menurut T’ dewi, dia sangat baik, tapi sangat disiplin. Jiwa seni, sensitif, penuh perencanaan, kedisiplinan, dan kepekaannya pasti adalah sifat &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt;. Tapi, salah satu sifat yang tdk mendokumentasikan karya-karyanya itu bukan type &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt;. Dalam beberapa hal kupikir dia bersifat &lt;em&gt;plegmatis&lt;/em&gt;, cinta damai, jarang marah, suka dinasehati, dan tidak suka bertengkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Dede. Ini juga asisten dosen yang pernah mengajar selama satu semester. Aku pikir dia &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt;. Sangat perhatian, usil, dan bercerita dengan bersemangat. Bila dia digabung dengan Dewi pasti akan jadi pasar malam dadakan, ceria, bercanda dengan berlarut-larut, kadang susah diajak serius, dan satu lagi….suka merayu…heheheh…Dia dan Dewi pasti bisa menjadi orang yang menggembirakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko. Teman SMK-ku ini tak diragukan lagi memiliki sifat &lt;em&gt;plegmatis&lt;/em&gt;. Dia benar2 cinta damai, memandang dunia dengan caranya, romantis, dan bijaksana sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Boy. Teman sekelas yang baik dan penuh perhatian kepada semua orang. Kupikir dia &lt;em&gt;kholeris&lt;/em&gt; dengan campuran &lt;em&gt;plegmatis&lt;/em&gt;. Motivasinya kuat dan ia yakin bisa mencapai tujuannya dengan caranya[ini adalah khas &lt;em&gt;kholeris&lt;/em&gt;]. Sifat baiknya adalah khas orang &lt;em&gt;plegmatis&lt;/em&gt;. Secara keseluruhan dia adalah teman yang baik dan siap membantu kapan pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman sekelas lainnya secara keseluruhan memiliki type &lt;em&gt;sanguinis&lt;/em&gt;. Paling tidak orang2 yang kusebutkan di atas memiliki sifat menonjol yang bersesuaian dengan type2 kepribadian dan tingkat connectivity yang cukup baik denganku dalam lingkungan kampusku dibandingkan yang lain dan aku memiliki catatan-catatan khusus tentang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku membaca buku kepribadian plus dan mencoba mencocokkan dgn teman-temanku, ada banyak hikmah yang bisa kupetik. Aku bisa mencoba membuat sikap yang baik dalam menghadapi mereka. Aku tidak perlu sakit hati dengan sikap mereka dan mencoba mengerti bahwa sebenarnya mereka semua baik dan tidak bermaksud menyakitiku. Itu satu hal yg paling penting bagiku terhadap sifat sensitif dengan intensitas tinggi yg selama ini kumiliki. Aku harus berusaha melonggarkan standar2 tinggi dan kesempurnaanku dalam hubunganku dengan teman-teman karena tidak semua orang bisa memahami apa yang kupikirkan. Hal terbaik yang harus kubangun sekarang adalah berusaha menghargai sikap mereka, tanpa harus mempermasalahkan dan memikirkan, mengapa mereka melakukan ini dan itu [bagi orang &lt;em&gt;melankolis&lt;/em&gt; sangat sulit memahami mengapa orang lain tidak memiliki pandangan yg sama dengan mereka].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, buku yang sangat bermanfaat. Sekali lagi aku berpikir bahwa setiap orang harus membaca buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr wb &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-109116145447061584?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/109116145447061584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=109116145447061584' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/109116145447061584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/109116145447061584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/07/kepingan-kepingan-kepribadian.html' title='kepingan-kepingan kepribadian'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-109106907026510758</id><published>2004-07-28T18:58:00.000-07:00</published><updated>2004-07-28T19:46:14.643-07:00</updated><title type='text'>Ada sesuatu di luar sana</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Assalamu’alaikum &lt;br /&gt;Chayoo!! Semangat lagi !! &lt;br /&gt;Alhamdulillah, sejak kemarin aku telah bersemangat lagi setelah beberapa hari belakangan ini merasakan kejenuhan yang begitu memuncak. Di tempat aku bekerja sedang tidak ada proyek yang dilakukan. Sepanjang hari selama 8 jam penuh aku duduk di depan komputer dan berpetualang di dunia maya. Coba bayangkan bahwa hal itu berlangsung hampir sebulan berturut-berturut. Sekali-kali aku menemukan situs developer Lotus Domino yang bagus. Dari situ jika ada tips-tips bagus aku segera mencoba di server lokalku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, sesuatu telah terjadi di hatiku&amp;nbsp;! &lt;br /&gt;Di sebelah gedung tempat aku bekerja terdapatlah sebuah jalan kecil berimbun bernama Jalan Sentot Alisjahbana. Pertama kali aku ada di Bandung, aku selalu terkesan pada tempat itu. Beberapa kali aku melewatinya ada sebuah perasaan yang melintas di hatiku. Tempat itu begitu asri dan sedikit banyak mengingatkanku pada masa lalu, bahwa jalan yang paling aku senangi adalah jalan yang di sepanjang kanan-kirinya ditumbuhi pohon-pohon rimbun. Di kampung halamanku, jalan itu diwarnai oleh persawahan yang membentang sepanjang mata memandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mempunyai kebiasaan membawa bekal untuk makan pagi dan siang. Ada banyak alasan mengapa aku membawanya, salah satunya karena perutku sangat sensitif terhadap makanan sehingga aku harus benar2 berhati-hati. Dengan membawa makanan dari rumah, insyaAllah, aku tahu benar kehegienisannya sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap reaksi perutku. Sejak pertama aku membawa bekal makanan, aku jadi berpikir bahwa pasti sangat menyenangkan bila setiap hari mempunyai variasi bekal makanan sehingga sekarang aku rajin mengumpulkan resep praktis kreatif untuk bekal makan pagi. [ :D ] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin aku memutuskan untuk tidak membawa bekal dan menyediakan diri untuk makan bersama ibu2 di bagianku. Setelah berdiskusi cukup lama beliau2 memutuskan untuk makan di dekat Taman Cilaki. Aku pikir tempat itu cukup jauh, tapi tidak berani membantah. Aku berjalan keluar kantor dan ini adalah untuk pertama kalinya setelah jangka waktu yg lama aku tdk pernah makan siang di luar. Paling tidak aku menemukan suasana yg baru selain sebuah suasana rutinku pada jam makan siang&amp;nbsp;: duduk di depan komputer, menggerakkan mouse dengan tangan kiri[ini adalah kebiasaan yg kuterapkan sejak pertama kali aku bekerja], makan dengan tangan kanan, dan mataku tidak bisa lepas dari info2 yang ada di dunia maya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu terpesona pada langit dan tumbuhan. Siang itu langit begitu cerah dan Gedung Sate berdiri dengan gagahnya di sejurus mata memandang. Kunikmati hari itu dan kejenuhan serta kesedihan hari kemarin perlahan hilang. Bercanda dengan ibu2 ternyata menyenangkan juga. Sepanjang jalan kunikmati daun-daun yang berguguran. Beberapa pohon terlihat kering dan gersang, tapi begitu indah. Itu mengingatkanku dengan cerita temanku lewat Chat tentang musim2 di negara tempat ia belajar, Jerman. Musim gugur, katanya, adalah musim dimana daun-daun berubah warna menjadi kekuningan dan menurutnya itu sangat romantis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak keindahan di luar sana. Kenapa aku sering terkungkung dengan dunia yang kubentuk sendiri&amp;nbsp;? Siang itu, ada sebuah perasaan maha kuat yang hadir di hatiku, yang telah meluruhkan segenap kekakuan dan kehampaan yang menggelutiku. Allah telah menciptakan dunia ini begitu indah dan penuh warna. Seluruh alam semesta berdzikir pada-Nya sehingga aura pesonanya mengena di setiap hati yang menikmatinya. Sebuah hal kecil sepele adalah keindahan yang memikat hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Cilaki pun kulihat begitu indah dan mempesona. Ada sebuah aliran sungai kecil yang melintas di antara rerimbunan pohon dengan rumput-rumputnya yang menghijau, terasa sejuk dan segar. Kami makan di pinggiran taman ini seraya melepaskan pandangan ke depan yang disambut dengan keasrian dan kedamaian. Beberapa orang kadang terlihat berlalu lalang di jalan setapak di dalam taman itu. Sepanjang acara makan siang itu banyak sekali cerita yang terlontar dan aku pikir, kebersamaan adalah hal yang tidak bisa ditukar nilainya dengan apapun, terlebih kebersamaan dengan Allah. [J ] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang tidak akan pernah lepas dari kejenuhan dan saat itu sebuah dunia lain atau keindahan kecil amatlah sangat berguna untuk memberinya semangat dan keceriaan kembali. Hari ini, alhamdulillah, aku telah ceria kembali. Setidaknya, bila suatu saat aku jenuh kembali, aku tahu ada banyak hal di luar sana yang begitu indah dan insyaAllah akan memberikan aku semangat lagi.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Wassalamu'alaikum wr wb&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-109106907026510758?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/109106907026510758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=109106907026510758' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/109106907026510758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/109106907026510758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/07/ada-sesuatu-di-luar-sana.html' title='Ada sesuatu di luar sana'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-108856681531325439</id><published>2004-06-29T20:34:00.000-07:00</published><updated>2004-07-28T19:49:31.206-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Sepuluh Hari</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Assalamu'alaikum, alhamdulillah ini sudah di awal bulan Juli. Semoga ada banyak hikmah dan ibroh yang bisa diambil dari detik-detik kisah yang dialami di bulan lalu. Termasuk juga dari catatan perjalanan sepuluh hari ini. Aku hanya bisa mengucapkan Subhanalloh, ternyata aku bisa sekuat ini. ;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Juni 2004 &lt;br /&gt;Sekitar pukul 10 pagi telepon di mejaku berdering, dari seorang bapak, karyawan di sini, yang sedang implementasi aplikasi di Divisi Pelatihan. &lt;br /&gt;"Dik, ada masalah dengan aplikasinya ... Nanti malam aku mau ke Surabaya... mau ikutan?". &lt;br /&gt;Sejenak aku begitu senang dan berharap bisa ikut ke sana[sekalian melepas rindu pada kota Malang]. Aku sedang menghadapi UAS dan hari itu hari terakhir dengan ujian mata kuliah AP II yang cukup memusingkan. Namun, semuanya berjalan lancar, acc dari kepala bagian, izin pulang duluan untuk persiapan, tiket sdh siap, dan aku tinggal berangkat. Ada satu ganjalan yaitu bahwa hari Sabtu dan Minggu akan ada praktikum dan jika aku tdk ikut bearti aku harus mengambilnya tahun depan. Oh tidakkk!!! Hari itu aku tahu asisten dosenku yang mengurusi masalah praktikum sedang pulang ke rumahnya. Aku jadi tambah bingung dan berharap selepas ujian dia akan tiba-tiba datang dan muncul di depan kampus atau aku akan berkonsultasi lagi setelah aku sampai di Surabaya. Hem...alhamdulillah ketika aku sdg bingung harus bagaimana menghadapi praktikum nanti dan sedang mengejar waktu keberangkatan kereta, dia kutemui. Semuanya berjalan lancar pun ketika kereta mulai berjalan dan aku harus mendadak mengirim sms ke ibu untuk meminta doa. Ada banyak cerita yang terlontar di dalam kereta dan aku berpikir bahwa aku harus banyak bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Juni 2004 &lt;br /&gt;Alhamdulillah, kota Surabaya menyambutku dengan indah pagi itu. Perjalanan ke divre V pun terasa lancar dan menyenangkan, kenangan beberapa tahun silam tentang kota ini tiba-tiba hadir. Aku senang bisa bertemu teman-teman di sini, aku senang bahwa mereka tetaplah menjadi teman2 yg menyenangkan walaupun masing2 telah memiliki dunia sendiri2, aku senang bahwa mereka tetap istiqomah sebagaimana komitmen kita di masa sekolah dulu. Pekerjaan di sini hanyalah implementasi slip gaji dan itu adalah pekerjaan mudah sekali. Tidak ada setengah jam aplikasi telah terinstall dan user guide telah diterima pegawai di sana. Aku mempunyai banyak waktu bersama teman2, bersilaturahmi ke bagian yang dulu aku pernah magang di sana lalu malamnya menghabiskan waktu bersama dan esok harinya semua pekerjaan telah selesai hingga aku bisa bergegas pergi ke Malang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Juni 2004 &lt;br /&gt;Aku masih merenung di dalam bis yg membawaku ke Malang. Aku sdh lama sekali tidak naik bis ini dan menikmati suasana yang dulu hampir setiap minggu kutemui. Ada satu tempat yang selalu kukenang keindahannya dan bahkan dulu pernah kulukis sebagai kenang-kenangan[sayang sekali lukisan2 ku pernah dipinjam adik kelas untuk pergelaran dan selang beberapa tahun saat kulacak keberadaannya tidak ada yg bertanggungjawab]. Tempat itu adalah sebuah jembatan indah di daerah Lawang. Di sisi kiri jembatan terlukis hamparan pegunungan menghijau yang mengagumkan. Di sisi kanannya bertingkat perumahan penduduk yang masih asri. Saat itu matahari senja bulat bertengger begitu indahnya di ufuk barat. Sinarnya begitu terang sejingga mega di sekitarnya. Subhanalloh bangett! Saat aku melewati jembatan itu siang itu aku begitu kecapekan hingga tak sempat menikmatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Malang masih seperti dulu, paling tidak itu kesan pertamaku saat menginjakkan kaki di Terminal Arjosari. Sehabis zuhur segera aku mencari angkot yang membawaku ke daerah Sawojajar, tempat yang penuh kenangan. Adik kost terkecilku[mantan teman sekamar] sudah menjemputku di BTN dengan sepeda kecilnya. Dia masih seperti yang dulu, agak manja, agak semrawut, tapi adalah the best sister yang pernah kutemui[ ;) ]."Aku kelaparan", bisikku. Dia tertawa, "aku juga". Lalu kami tertawa bersama dan berjalan mencari makan siang dengan terlebih dahulu membelikan oleh-oleh untuk ibu kost. Seperti biasa, dia akan bercerita panjang lebar, mulai a-z, mulai dari pengalaman UAN sampai rencananya ke depan. "Dik, ke ITB aja", godaku. Dia jadi manyun, "huu aku tahu pasti biar nemenin mbak di sana ya?". Aku tertawa kecil, "em salah satunya". "Nggak ah mbak, aku mau ke ITS aja". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar kostku telah banyak berubah. Penempatan barang2 yang berubah, tempelan-tempelan yang semakin semarak di dinding-dinding, memenuhi ruangan kecil itu sekarang. Sore harinya suasana semakin ramai dengan kehadiran adik-adik kost yg lain. Sore itu kami berencana foto bersama, makan malam bersama, dan menghabiskan malam bersama melihat "Baby Days Out" di kamar. Lucu sekali hingga kami sepanjang pemuataran vcd itu tertawa terbahak-bahak. Cerita yang sangat kreatif dan sang bayinya sangat menyenangkan. Aku tahu, aku akan selalu merindukan saat-saat seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pulang ke rumah nggak?", sms ibu telah membuat aku bingung. Jika aku pulang ke rumah berarti aku akan balik ke Bandung hari minggu dan itu berarti aku telah melewatkan rapat LPJ DKM,praktikumku, dan kegiatan tadabbur. Namun, perjalanan ini telah membuat aku kecapekan dan akhirnya kuputuskan untuk pulang ke Bandung esok harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Juni 2004 &lt;br /&gt;Hari yang sibuk sedari pagi. Adik-adik harus berangkat kerja dan kuliah. Waktu terus berjalan hingga pukul 14.00 tiba. Dengan diantar adik kandungku aku pulang ke bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Juni 2004 &lt;br /&gt;Subuh aku sampai di bandung dan tidak ada waktu lagi untuk berdiam diri karena banyak pekerjaan yang harus kulakukan. Pukul 07.00 aku harus tiba di kampus untuk mengikuti rapat LPJ. Masih mengantuk dan terasa capek, tetapi melihat wajah ceria teman-teman semuanya seakan sirna[ :D ]. Rapat berjalan lancar hingga sehabis zuhur. Aku pamit sebentar untuk mengikuti kegiatan rutin pada hari Sabtu-ku lalu balik lagi ke kampus dan diskusi lagi dengan teman-teman lainnya. Waktu terus berjalan hingga jam praktikum tiba sehabis asar. Seharian ini aku tidak ada di kostan. Malamnya aku harus mempersiapkan diri untuk kegiatan tadabbur esok harinya. Mmmhhhh hari yang panjang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Juni 2004 &lt;br /&gt;Semangat lagi!! Aku bersemangat sekali pagi ini. Kegiatan berjalan dengan lancar. Subhanalloh tempatnya bagus banget. Berjalan di antara rerimbunan pohon dan mendaki bukit dengan semangat. Rasanya semua lelah hilang dan jiwa raga terasa segar kembali. Mereset hati ke titik nol setelah semua yang terjadi. Menata hati kembali setelah sempat terombang-ambing. Memantapkan hati kembali bahwa ada banyak tugas yang harus aku selesaikan. Menyadari bahwa ada banyak hal di luar sana yang teramat indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan di dekat air terjun Maribaya, subhanalloh banget. Aku pikir ini adalah cara yg efektif untuk saling mengerti dan mencoba mendekatkan diri kepada mereka. Sedikit banyak saling sharing dan diskusi lalu menyelesaikan masalah bersama-sama, kadang baru aku sadari kalau akhwat sudah berkumpul ternyata 'rame'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik dari Dago Pakar ke Maribaya cukup melelahkan juga[tapi menyenangkan]. Pulangnya aku begitu capek hingga ketiduran dan harus 'gelagapan' karena terlambat praktikum. Aku harus menelepon untuk meminta izin terlambat dan sampai sekarang aku ingin sekali meminta maaf karena pernah salah omong pada asisten dosenku waktu meminta izin. Aku bilang "Asih baru sampai di kostan", tata bahasa yg benar : "Asih masih ada di kostan", karena dua kalimat ini mengandung makna yang berbeda [semoga suatu saat dia membaca blog ini dan memaafkan :) ]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm....hari yang melelahkan juga....[tapi menyenangkan] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Juni 2004 &lt;br /&gt;Kembali ke kantor ditemani sinar matahari pagi yang hangat. Aku begitu bersemangat setelah semua yang terjadi beberapa hari ini. Siang hari kabar dari DKM bahwa besok akan ada tadabbur dan perencanaan agenda DKM tahun depan ke Taman Cibodas cukup mengagetkanku. Namun, aku sedang dalam keadaan semangat hingga aku memutuskan mengambil cuti sehari dan menghabiskan waktu bersama teman-teman. Kabagku agak terkejut dengan permintaan cutiku, tapi akhirnya mengijinkanku setelah memastikan tidak ada beban pekerjaan untukku esok harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Juni 2004 &lt;br /&gt;Aku agak marah kepada DKM karena beberapa kali selalu melaksanakan acara sistem dadak-mendadak. Mungkin karena type perfeksionis hingga aku selalu ingin merencanakan sesuatu dari awal, menimbang kebaikan keburukan, mengkaji kemungkinan2 yg akan terjadi dan solusinya. Semuanya serba mendadak dan kami harus bergerak cepat. Namun, alhamdulillah acara itu berjalan lancar juga. Kesempatan kedua untukku mendekatkan diri pada teman-teman. Ada suatu kata mutiara yang masih selalu aku simpan dan kujaga, "Di dunia ini tdk ada persahabatan yang indah melebihi persahabatan yang didasari iman &amp; islam" [ ;) ]. Malam harinya saat tiba di Bdg aku mendapat berita mengejutkan bahwa aku harus pergi ke Jkt dengan kereta pukul 06.00 esok harinya. Pentingg..tugas dinas! Aku mendesah pelan...ternyata perjalananku belum berakhir. Mlaam itu aku begitu sibuk mempersiapkan barang2 yg akan kubawa karena aku akan menginap di Jkt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Juni 2004 &lt;br /&gt;Pagi yg dingin berkabut. Aku mengejar kereta pukul 06.00. Di stasiun, kereta hampir berangkat dan kucari bapak/ibu yg akan pergi bersamaku. Sepanjang perjalanan aku hanya bisa tidur..tidur...dan tidur.[tapi tetap bersemangat :D ]. Hari-hari di Jakarta sangat menyenangkan. Seminar yg diadakan bagus yaitu tentang aplikasi helpdesk 'remedy' di RTM Plaza DM. Malam harinya kami menginap di Kartika Chandra. Waktu itu sedang semarak Pekan Raya Jakarta dan suasana betawi tampak sekali di hotel itu. Aku sudah cukup capek hingga malamnya setelah pergi ke Plaza Semanggi untuk mencari makan malam, tidur adalah hal yg sangat menyenangkan. Jakarta indah sekali pagi itu sehabis subuh dari tirai jendela kamar ini. Sinar matahari pagi menyambutku dengan ceria. Perjalanan belum berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Juni 2004 &lt;br /&gt;Pagi-pagi kabagku sdh menyuruhku pulang karena ada perubahan di aplikasiku. Server database mengalami perubahan alamat IP. Aku cukup terkejut dan meminta saran rekan lainnya. Seorang bapak tdk mengijinkan aku pulang dan menyuruhku menginstruksikan perubahan yg harus dilakukan di aplikasi pada rekan lainnya via telepon. Aku cukup terganggu karena sebentar2 telepon dari Bdg datang dan seminar itu akhirnya dipercepat. Alhamdulillah, sebelum zuhur semua masalah di Bdg sudah selesai, aku bernafas lega. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis zuhur perjalanan pulang ke bandung dilakukan. Aku bernafas lega dengan perjalanan selama 10 hariku ini dan mencoba mengambil hikmah darinya. Harus banyak bersyukur, harus banyak intropeksi diri, dan la tahzan[jangan bersedih] karena ada teramat banyak hal yg indah kita miliki selain dari hal-hal kecil yang meresahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-108856681531325439?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/108856681531325439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=108856681531325439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108856681531325439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108856681531325439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/06/perjalanan-sepuluh-hari.html' title='Perjalanan Sepuluh Hari'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-108605844207191113</id><published>2004-05-31T19:50:00.000-07:00</published><updated>2004-07-28T19:50:26.496-07:00</updated><title type='text'>Satu Jam Lebih Di Sini</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;“Dalam penelitian, observasi tidak dilakukan pada ruang sampel, tapi pada variabel numerik yang bersifat diskrit dan dikenal dengan sebutan variabel acak atau peubah acak atau variabel random yang merepresentasikan ruang sampel” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela nafas pelan, suara dosenku masih terngiang-ngiang di kepalaku. Kuperhatikan wajah-wajah temanku, semuanya sedang larut dalam pikiran masing-masing. Semilir angin menyapaku pelan, kelembutannya menerpa halus jilbab biruku. Kupandangkan tatapan mataku ke luar. Sengaja kupilih tempat di dekat jendela agar sewaktu-waktu dalam kebosananku kutemui dunia lain, di luar sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit masih membiru dengan cerahnya, gumpalan awan menari-nari di atas panggung biru bersemu putih. Lalu datanglah serombongan burung yang beterbangan menembus batas cakrawala. Penampakannya hampir saja terlewati oleh tatapanku, tapi putihnya awan tak mampu menghalangi gerakan kepak sayap bersemangat dari sekumpulan burung itu. Jumlahnya puluhan atau mungkin ratusan dan bersatu memenuhi panggung biru yang berlahan mulai kelam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapanku beralih lagi ke arah depan. Dosen Matematika Diskritku ini masih saja bersemangat bercerita tentang peluang, kejadian, subset lalu menghubungkannya dengan situasi politik saat ini. Beliau punya argumen dan pandangan yang bagus serta begitu lihainya menghubungkannya dengan mata kuliah yang diajarnya. Lulusan ITB, Aktifis Salman, pengalaman bekerja di PT DI, logika hebat, dan wawasan yang luas adalah hal yang aku senangi dari dosen satu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.30 &lt;br /&gt;Aku masih di sini, di sebuah ruangan bercat coklat yang dipenuhi kurang lebih 20 mahasiswa. Tatapanku kembali lagi tidak mau lepas dari pandangan indah di sampingku, yang mampu kenikmati dari balik jendela ruang kuliahku. Dua panca indraku sekaligus bekerja, mendengarkan penjelasan dosen, dan menikmati keindahan ciptaan Sang Maha Pelukis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggung biru itu telah diganti backgroundnya dengar warna jingga. Tokoh serombongan burung itu telah diganti. Keheningan yang menyapa diselimuti warna merah yang membakar. Warna awan telah disapu jingga juga, tapi tak henti-hentinya bergerak, ia tetap setia menari-nari di sana. Kini goyangan ufuk-ufuk pohon menjulang tinggi di kejauhan menampakkan keberadaannya. Terus menari, diiringi gamelan angin yang terasa semakin dingin menusuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama, angin semakin menusuk tajam. Hawa dinginnya sudah tiada bersahabat lagi. Lalu awan kelam dari arah selatan datang berduyun-duyun. Sang jingga terdesak, ia tiada mampu menahan keindahannya lagi dan dengan ikhlas seluruh panggung tertutupi oleh gelap mencekam. Gamelan yang ditabuh sang angin semakin keras dan membabi buta, ufuk pohon itu semakin keras bergoyang. Ini bukan menampilkan estetika lagi , tapi ketakutan dan kegelisahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan deras tiba-tiba turun diwarnai hawa kelam dan dingin. Beberapa hari belakangan ini kurasakan Bandung semakin dingin dan lembab. Cuaca sungguh tidak bersahabat seakan setiap hembusan anginnya membawa virus dan penyakit. Namun, inilah Bandung, kota yang sejak beberapa tahun lalu begitu kuimpikan dan kurindukan untuk menghirup udaranya. Alhamdulillah, ternyata Sang Penulis Pena Kehidupanku memberikan hadiah terindah padaku, sebagaimana doaku di usia 17-ku. Aku tidak saja mampu menghirup udaranya, tetapi saat ini aku telah bernafas bersama denyut kehidupannya, berlari bersama gerak jalur kisahnya, dan terlarut dalam dua kehidupan yang begitu kontras di depan mata, kebaikan dan keburukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi dan perubahan adalah hal yang dulu amat kubenci. Setiap mendengar kata perubahan, perpisahan, lingkungan baru, seakan muncul sebuah monster naga raksasa bergigi runcing menyeringai di hadapanku. Tangisan dan ketakutan adalah beban yang behari-hari kutanggung. Padahal, lambat laun, realita yang kuhadapi sungguh berbeda dengan angan-angan ketakutanku itu. Dalam proses adaptasi, selalu ada hal baru yang hadir, selalu ada ilmu dan hikmah baru yang bisa dipetik. Dalam proses perubahan, selalu seakan ditempa oleh Sang Penempa Terbaik, seakan disentakkan dengan cemeti motivasi dan semangat untuk tetap berusaha memberikan yang terbaik, dalam lingkungan sesulit apapun. Hidup ini begitu indah dan bermakna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kehidupan tidak selama indah. Seperti panggung langit yang tak selamanya cerah oleh warna biru atau menakjubkan oleh warna jingga. Terkadang awan kelam dan menakutkan datang memenuhi jagad raya dan membawa kegelisahan. Namun, kedatangannya membawa rahmat yang tercurahkan, air hujan yang turun membasahi bumi, yang lalu menyegarkan tanah-tanah yang gersang dan jiwa-jiwa yang kemarau. Satu sisi membawa kecemasan, satu sisi membawa kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia diciptakan berpasang-pasangan. Ada keburukan, ada kebaikan. Ada hitam, ada putih. Ada panas, ada dingin. Ada keras, ada lembut. Tidak ada yang paling baik di antara keduanya, keduanya bekerjasama mengalunkan nada-nada kehidupan ini. Kebaikan tidak akan pernah disebut bila tidak ada keburukan yang ditampakkan. Putih akan sulit terlihat bila hitam tiada mendasarinya. Panas adalah anugerah saat dingin beku menyelimuti. Kelembutan terkadang adalah senjata paling ampuh untuk mengalahkan kekerasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jadi distribusi peluang akan menimbulkan peluang komulatif” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak dari pemikiran di awang-awang yang panjang itu, kata para ahli ‘mimpi bangun’. Kutata kembali hati dan kukonsentrasikan diri pada mata kuliahku kembali. Hujan di luar sana terus mengalir deras, tapi tak lama kemudian ia berhenti. Belakangan ini kurasakan hatiku telah terpecah belah dan saat ini ingin kureset kembali. Tiba-tiba aku merindukan Teteh, hampir seminggu lebih aku tidak bertemu dengannya. Pertemuan terakhir, kita sedang sama-sama diberikan ujian hati. Ketika baru saja ia memberikan tausiyah padaku, keesokan harinya ia benar-benar diuji dengan idealisme yang kemarin ditanamkan padaku. Subhanallah, aku hanya tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyadari sesuatu, bahwa hidup ini tidak sendirian. Saat aku benar-benar merasa lemah dan sendiri, ia datang dengan senyuman dan mengulurkan tangan sambil berucap, “Ukhti, bagaimana kabar iman hari ini, bagaimana kabar kesehatan hari ini, dan …bagaimana kabar keuangan hari ini..?”, lalu kami tertawa bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosenku hampir menyelesaikan materi hari ini. Minggu depan UAS sudah menjelang. Sayup-sayup sebuah lagu yang pernah menjadi favorit teman-teman mengalun… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kujaga selalu, keutuhan cintaku &lt;br /&gt;Pada-Mu tambatan hati, pada-Mu Illahi &lt;br /&gt;Bilakah kau tentukan, teman di perjalanan &lt;br /&gt;Kujadikan kesempurnaan, cinta pada-Mu Tuhan &lt;br /&gt;… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Bdg:Sabtu, 29 mei 2003--- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-108605844207191113?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/108605844207191113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=108605844207191113' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108605844207191113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108605844207191113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/05/satu-jam-lebih-di-sini.html' title='Satu Jam Lebih Di Sini'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-108573833359278856</id><published>2004-05-28T02:56:00.000-07:00</published><updated>2004-07-28T19:51:17.096-07:00</updated><title type='text'>Yang Dirindu </title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Bismillahirrohmanirrohim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan..tik..tik..detik terus berlari...ini adalah malam penghujung tahun 2003... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah tuanya menatap nanar malam ini. Keriput wajahnya menemani kesepian malam ini. Matanya kosong menatap langit-langit kamar. Suara gemuruh di luar dan suara kembang api gegap gempita hanya dapat didengarnya samar-samar. Ah, pendengarannya sudah mulai kabur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlahan ia turun dari ranjangnya..begitu sulitnya kini dirinya berjalan. Tertatih-tatih ia menuju jendela bertirai putih bersih. Disingkapnya pelan dan dinikmatinya gemerlap kembang api di langit bersih malam itu. Di tatapnya jari-jemarinya yang gemetar memegang tirai. Diingatnya 30 tahun lalu tangan ini begitu kuat dan halus. Diusap wajahnya berlahan dan dirasakan garis-garis keriput kasar itu semakin banyak. Dikenangnya 30 tahun lalu wajah ini begitu halus dan menawan. Berlahan ia mendesah...bukankah waktu terus berjalan dan ia serasa sudah ada di penghujung usia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetes air mata hangat tanpa disadarinya telah turun ke pipi. Ia mulai mengenangkan teman sejatinya. Orang yang selama setengah abad lebih telah menemani perjalanan hidupnya. Namun, tiga tahun lalu teman sejati itu telah mendahului menemani Rabbnya. Tiga puluh tahun lalu mereka masih bersama menyambut tahun baru di rumah mungil mereka di puncak gunung. Menikmati sederet bintang jatuh di langit, dan menyambut matahari pertama di tahun itu. Itu tinggal kenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia belum hendak beranjak dari tempat itu. Matanya pun tiada mau bekerja sama untuk tidur. Kenangannya beralih kepada lima orang putra-putrinya. Apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Apakah mereka ikut berlarut dalam keramaian tahun baru ini. Berhura-hura dan bersenang-senang sambil meniup terompet. Berlahan hati kecilnya berkata, seandainya mereka mengalami saat-saat seperti yang dirasakannya saat ini .. terpuruk dalam kesepian dan kesunyian..dan penantian akan datangnya utusan dari langit untuk membawanya ke hadapan Yang Memilikinya. Akankah hati akan merasa tenang sebentar saja..dan akankah diri akan terlalai sekejap saja dalam mengingat-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu memang tiada kuasa untuk dihentikan. Setiap saat perubahan terus terjadi. Hidup di dunia seakan sebentar saja baginya, karena seperti kemarin baru saja ia masuk sekolah pertama kali hingga kini saat ia telah memiliki beberapa cucu. Seandainya ia mampu memohon..keinginannya adalah selalu berkumpul bersama putra-putrinya. Namun, mereka memiliki kehidupan sendiri dan kebahagiaan sendiri. Tugas mulianya sebagai seorang ibu telah hampir berakhir dan ia ingin beristirahat dalam ketenangan dan kedekatan kepada Rabbnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setahun lalu tatkala keinginan itu begitu kuat dan begitu rindunya ia akan kebersamaan. Putra pertamanya membawa ia ke asrama ini. Kata putranya, ia akan pergi ke luar negeri dan tidak bisa membawa ibunya ikut serta. Jika pulang nanti ia akan menjemput ibunya. Namun, hati seorang ibu amatlah halus...ia tahu putranya tidak akan pernah menjemputnya. Selama setahun di sini tiada seorang pun yang mengunjunginya di sini. Betapa perih dan teriris hatinya. Betapa terlukanya perasaannya dan hati siapakah yang tiada lebih berduka daripada hati lembut seorang ibu yang didurhakai putranya sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tangan lembut mengusap punggungnya, ia tersentak dari lamunan panjangnya. Sebuah tangan lembut yang memberinya kehangatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu belum tidur..ini sudah larut malam..”, bisik pemilik tangan hangat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperhatikannya seraut wajah lembut yang berdiri di dekatnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini malam tahun baru...?”, tanyanya lirih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya bu, besok sudah tahun 2004..semoga Allah selalu meridhoi jalan kehidupan kita..dan memberikan petunjuk-Nya..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menangis terisak dan tenggelam dalam pelukan pemilik wajah lembut itu, salah seorang perawat di panti jompo ini. Air matanya sudah tiada bisa dibendung lagi dan kesedihannya sudah tiada terkira lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu rindu..”, ucapnya lirih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat itu termenung sebentar. Rindu, kata itu begitu lekat di hati ibu tua ini. Kerinduan yang sejak setahun lalu tertahan yang lalu setiap harinya ia terus menelan kepahitan oleh realita kehidupan yang dijalaninya. Bukanlah ia hendak meminta balas perjuangan sucinya sebagai pemilik pintu surga hingga saat ini dengan kedekatan dan kebersamaan, bukanlah ia hendak menuntut atas semua pengorbanan dan ribuan peluh yang dilakukannya selama ini. Ia hanya merindukan menatap lembut wajah-wajah yang dulu pernah disuapinya, mengusap lembut tangan-tangan yang dulu mungil dipegangnya dan digenggamnya kuat waktu belajar berjalan. Apakah itu sebuah kesalahan.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat itu memeluk erat wanita itu dan berkata lirih, “Ibu tidak sendiri di dunia ini..., ada Allah, ada saya, ada teman-teman ibu di sini..mereka merasakan hal yang sama..dan ibu bersama mereka bisa membentuk kebahagiaan sendiri....”. Kalimat itu tak diteruskan karena hujan air mata tiada sanggup ia bendung. Hanya pelukan hangat dan empati yang bisa ia berikan, semoga itu bisa meringankan beban yang selama ini ditanggung wanita tua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua wanita itu erat berpelukan dalam isak tangis dan di luar gegap gempita semakin ramai. Kedua wanita yang sebelumnya tiada pernah bertegur sapa, tiada pernah saling mengenal. Ibu itu tiada pernah mengandung perawat itu, tiada pernah menyusuinya, tiada pernah membelainya, tiada pernah menyuapinya, tiada pernah mengajarinya berbicara. Terkadang, saudara bis menjadi orang lain dan orang lain bisa menjadi saudara, yang lebih dekat dibandingkan putra sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Bdg, 2 Januari 2003-- &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-108573833359278856?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/108573833359278856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=108573833359278856' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108573833359278856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108573833359278856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/05/yang-dirindu.html' title='Yang Dirindu '/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-108547237682307021</id><published>2004-05-25T01:04:00.000-07:00</published><updated>2004-07-28T19:51:57.990-07:00</updated><title type='text'>HPku..oh..HPku...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;kategori : fiksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- T' Rita dan Ukhti Yeni yg HP-nya pernah diambil pemilik-Nya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- pemilik nomor 081270xxxxxx yg suka iseng, semoga ketagihan misscall-nya sudah sembuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini siemens model terbaru, bagus lo Mbak, polyphonic lagi, yg pasti suaranya bagus banget...atau mbaknya mau ini nokia yang paling baru, atau mau yang ini samsung......”, sejak tadi mbak penjual begitu antusias menawariku dengan berbagai model Hp terbaru. Saat aku lihat daftar harga yg terpampang di situ..ups..mana cukup uang yang ada di sakuku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi menggaruk-garuk kepala sendiri, terlebih mengingat pesan-pesan Teteh-teteh di kostan. “Dila..jangan beli merk ... karena..., jangan beli merk ini karena itu ...”. Aku mendesah panjang, sedih kalo punya sifat ‘nggak gampang memutuskan sesuatu’ begini, mau memutuskan beli ini dipikirkan panjanggg dan lamaa, akhirnya nggak jadi, mau yang ini dicari kelebihan kekurangannya sampai sedetil-detilnya, akhirnya nggak jadi juga. Aduh Dila, cepetan putuskan!! Akhirnya aku memutuskan membeli Sony Ericsons yang mungil itu. Bismillah, semoga ia membawa berkah bagi kehidupanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah berkawan lebih dari 3 bulan dengan sahabat baruku itu dan selama itu semuanya serasa menyenangkan. Namun, akhir-akhir ini aku jadi terganggu dengan dering nyanyiannya di tengah malam. Teteh-teteh di kostan protes semua kepadaku. Seperti malam itu..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Treng...treng..tring...trung......”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astagfirullah, mataku masih mengantuk beratttt sekali dan mimpi indahku serasa terbang ke angkasa. Siapa lagi yang telepon tengah malam. Segera aku matikan HP-ku dan kudengar suara berisik Teteh-teteh di luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dilaaa....berisik sekali...!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Afwan Teh...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kubuka pintu kamarku dan kudapati mereka berdiri di depannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo malam matikan aja atuh Dila,” kata Teh Runi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo ummi telepon malam-malam bagaimana...?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo begini kejadiannya kan sudah mengganggu kepentingan umum..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bener Dila, tuh lihat Teh Rika, seharian sudah bekerja kan capek, malamnya butuh istirahat, e harus terganggu dengan keisengan temanmu lagi…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“da Dila mah nggak tahu juga siapa yang telepon…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, malah kamunya nggak tahu lagi…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak malam itu, setiap malam mulai pukul 21.00 HP telah kumatikan. Namun, ternyata si penelepon nggak kapok-kapok juga nggak pagi, nggak siang, nggak sore tetep aja misscall….waaa…..harus segera bertindak nih. Hari itu aku nekat menelepon nomor itu, 081270xxxxx … dan setiap kutelepon selalu terjawab “Anda terhubung ke telkomsel Veronica”. Saat kukirim sms jawabannya sungguh membuat aku mendesah panjang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalo aku bilang siapa aku, kamu juga nggak kenal, aku juga nggak kenal kamu, kan aku iseng aja pencet no sembarangan..ee trus ketagihan..hihihi..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah tolonggg, iseng banget nih orang, semoga dengan kejadian ini aku jadi lebih sabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, saya kira teman saya, jangan diteruskan atuh ketagihannya ya ukh/akh, kalo yg dimisscall-i merasa terzalimi, takutnya jadi dosa loh, oke..?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu dia nggak menghubungi lagi, ah Alhamdulillah. Segalanya jadi kembali seperti dulu. Tidak ada dering telepon di tengah malam dan tidak ada protes Teteh-teteh di kostan. Hem...mentari rasanya bersinar lebih indah sejak hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dila, ayo ke Pasar Baru..”, ajak Teh Rika pagi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih sedih di kamar memikirkan mimpiku tadi malam….hikss..rasanya sedih sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh kamu kenapa Ukh...?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teh, Dila tadi malam mimpi kehilangan mutiara ...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh Rika tertawa cekikikan, “Ah, Ukhti mimpi kan hanya bunga tidur. Ayo, jangan kekanakan gitu dong! “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, rasanya seperti kenyataan ..jangan-jangan Dila akan benar-benar kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup Dila..”, ucapku memelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ukh, semua yang kita miliki kan bukan milik kita, suatu saat ia akan diambil Pemiliknya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali Teh Rika menghiburku hingga aku melupakan mimpi itu dan bersemangat ikut dengannya ke Pasar Baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upss…subhanalloh..rame sekali. Bawaannya sudah pusing melulu melihat manusia sebanyak ini, tapi aku tetap setia mengikuti Teh Rika kemanapun ia melangkah. Sudah lama sekali hingga suatu saat aku teringat bahwa teman kampusku akan menelepon aku siang itu kenapa sampai segini belum juga ada kabar darinya. Kucari-cari HP-ku di dalam tas..loh kok nggak ada..apa tadi nggak kubawa ya..atau…ah nggak boleh suudzon dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari pasar segera kujelajahi seantero kamar kecil itu. Di laci, di rak buku, di almari, di saku jaket, di kolong tempat tidur, di bawah bantal, di bawah kasur, di bawah sprei, di tas, oh tidakkk…ya Allah tolonggggg….HP-KU HILANG!!!! Aku terduduk lemas bersandar di tembok sambil sesenggukan. HP-ku benar-benar hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HP yg hilang mungkin bisa tergantikan, tapi perjuanganku mengumpulkan uang untuk membeli Hp itu tidak akan bisa kulupakan. Uang itu aku kumpulkan sedikit demi sedikit dari honor menulis cerpen di majalah Karisma, dari honor pertama hingga honor bulan ini dan semuanya lenyap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teteh-teteh di kostan menghiburku. Ah, kupikir-pikir juga buat apa aku berlarut dalam kesedihan. Bukankah HP itu hanyalah titipan dari Allah dan suatu saat akan diambil kembali. Apakah aku akan berat melepaskannya, apakah aku akan tidak ikhlas, sedangkan di dunia ini aku tidak memiliki apa-apa. Dunia tidak akan berhenti berputar hanya karena HP-ku hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dila, kamu teh gimana, kemarin aku telepon terus menerus nggak diangkat-angkat..bla..bla..bla..”, teman kampusku, Putri, mengomeliku habis-habisan siang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Afwan, Put. HP-ku sudah diambil Pemiliknya”, jawabku singkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ooooooooo” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Putri, gantian teman-teman di keputrian yang protes karena ada berita penting yang disampaikan lewat sms dan berita itu tidak kujawab-jawab. Seminggu setelah kehilangan HP masih banyak teman-teman yang komplain bahkan ummi ikut-ikutan komplain karena berkali-kali telepon tidak dijawab. Bagaimana lagi, hanyalah kalimat “HP-nya sudah diambil Pemiliknya”, sajalah yang bisa kukatakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu pas 9 hari sejak HP kesayanganku hilang. Aku sedang duduk termenung di bangku taman kampus. Belakangan ini rasanya hari-hari yang berat. Sejak adanya HP itu semua kegiatan kurasakan menjadi lancar, apalagi karena di kostan tidak ada telepon. Dulu setiap ada sesuatu yg harus dibicarakan aku harus rela berjalan beberapa meter untuk mencari wartel, lebih malas lagi kalau sedang hujan. Dengan adanya HP itu ada apa-apa tinggal SMS (maklum kan anak kostan jadi irit sms-an aja). Kini kehidupan kembali seperti dulu, mungkin ini yang terbaik untukku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ummi menawariku untuk membelikan HP yg baru, aku menolak dengan halus. Biarlah aku berjuang untuk membeli HP dengan uang jerih payahku sendiri. Beliau sudah cukup membiayai kuliahku selama ini dan selepas kuliah pun belum tentu aku mudah mendapatkan pekerjaan. Sekali lagi kuhibur diriku, aku tidak boleh larut dalam kesedihan. Bukankah setiap peristiwa akan ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Lebih baik, aku mencari sisi positif dari kejadian itu. Mungkin, agar aku lebih hati-hati lagi dalam menjaga barang, mungkin agar aku lebih bijak lagi dalam memanfaatkan, mungkin agar aku sadar dari kecintaan terhadap sesuatu yang fana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi alam raya sekitarku. Ah, bunga Sakura begitu indah dan bunganya mulai berguguran di jalanan. Bukankah kehidupan begitu indah. Ayo, Dila bangkit kembali! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu seperti biasa, setiap Jumat, aku pergi ke redaksi Karisma untuk menyerahkan tulisanku. Ah, aku baru ingat ini milad Karisma yang ke-5. Di sana sedang ada syukuran, tapi sayang sore ini aku ada janji dengan Teteh-teteh di kostan. Aku meminta maaf dan bergegas pergi tapi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik Dila tunggu sebentar..”, seru Teh Yasmin dari dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhentikan langkahku sebentar dan kutunggu kedatangannya. Teh Yasmin tersenyum manis dan menyerahkan sebuah bungkusan padaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini, ada kenang-kenangan dari redaksi” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teh Yasmin, apa-apaan ini..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah, terima aja, kemarin kami sudah putuskan untuk memberikan hadiah ini karena kami menganggap Dik Dila penulis baru yg paling produktif di majalah kami,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, makasih ya Teh. Permisi dulu..kasihan Teteh-teteh yg sedang menunggu di kostan” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan aku masih menebak-nebak isi bungkusan itu. Andaikan.....sebuah Hp...ups..Dila kok masih mengenang masa lalu sih. Ah, aku hanya bermimpi akan mendapatkan HP yg baru. Setiba di kostan kubuka bungkusan itu dan... Alhamdulillah...rasanya sujud syukur 10 kali pun tidak akan mampu mengekspresikan kegembiraanku, sebuah HP mungil, persis dengan HP-ku yang hilang beberapa hari lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, memang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Bdg, 16 Januari 2003 -- &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-108547237682307021?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/108547237682307021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=108547237682307021' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108547237682307021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108547237682307021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/05/hpkuohhpku.html' title='HPku..oh..HPku...'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7090388.post-108536258290489646</id><published>2004-05-23T18:34:00.000-07:00</published><updated>2004-05-23T18:36:22.903-07:00</updated><title type='text'>Testing</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;bismillah&lt;br /&gt;testing nih...&lt;br /&gt;;)&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7090388-108536258290489646?l=asih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asih.blogspot.com/feeds/108536258290489646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7090388&amp;postID=108536258290489646' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108536258290489646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7090388/posts/default/108536258290489646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asih.blogspot.com/2004/05/testing.html' title='Testing'/><author><name>dik_asih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02969535876545132893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
