Tuesday, April 11, 2006

Wanita & APP

Trans TV, Insert Pagi pukul 07.00 ...bersama Irfan hakim & Nira Stania....(bukannya senang nonton gosip artis loh, pas kebetulan nonton Sentuhan Qolbu trus TV belum sempat dimatikan...:)...)

Saat ini akan disyahkannya Undang-Undang APPmenjadi fenomena pro dan kontra tersendiri dalam masyarakat Indonesia. Ada sebagian masyarakat yang pro dengan UUAPP karena melihat kerusakan moral bangsa Indonesia(sssttt...yg katanya memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia ini) sudah begitu parah(atau bahkan karena begitu parahnya tidak ada kata-kata 'indah' yang mampu mengungkapkan hingga penulis berfikir, ya Allah kasihan anak cucuku nanti jika keadaan ini terus berlangsung tanpa ada perbaikan, ya harus ada perbaikan, paling tidak dari diri dan keluarga kita).

Di sisi lain, masyarakat begitu kontra dengan rencana akan disyahkannya UUAPP ini. Apa pasalnya? Mereka menganggap dengan adanya UUAPP ini akan mengancam pekerjaan mereka, pekerjaan menjadi penyanyi dengan goyang hebohnya, model, artis, bahkan sampai dikaitkan pada masalah pariwisata, masalah ini dan masalah itu.... Hubungannya dengan insert pagi apa ya? Dalam insert pagi hari ini ditampilkan seorang artis yang pasti sudah kita kenal semua kehebohannya beberapa tahun lalu, yup dialah Mbak Inul Daratista yang terkenal dengan goyang ngebornya. Mbak yg satu ini dengan tegas menolak adanya UUAPP karena merasa ke-exist-an dirinya terganggu, kebebasan dirinya juga terganggu, hak azasinya sebagai manusia untuk bebas berekpresi juga terganggu, dan mbak ini kasihan pada rekan-rekan 'sekaumnya' yang pasti akan terancam kehilangan pekerjaannya. Salah satu petikan kata-kata mbak ini adalah sebagai berikut, ya nggak bisa dong UUAPP ini diterapkan di Indonesia, nanti Indonesia akan jadi satu warna, satu agama, satu kultur saja, ya nggak bisa gitu. Hemm, yang lebih hebat lagi mbak ini mengatakan seperti ini, memangnya Indonesia mau dijadikan negara Thaliban, semuanya harus berjilbab, wanita gk boleh keluar rumah semua. Upps, istigfarlah.

UUAPP ini tidaklah ada hubungannya dengan menjadikan Indonesia sebagai negara Thaliban, tapi merupakan suatu usaha wakil-wakil rakyat kita di DPR yang masih peduli dengan kerusakan moral bangsa dan berusaha mencegahnya dengan tindakan yang tegas melalui jalur Undang-Undang sehingga pelakunya bisa dijerat dengan hukum. Penulis juga merasa heran dengan sikap masyarakat Indonesia yang begitu sulit diajak untuk 'hijrah' pada kebaikan dengan berbagai dalih dan alasan. Sungguh miris sikap kita dibandingkan sikap sahabat-sahabat Rasulullah dahulu. Ketika suatu ayat turun, beliau2 bersegera mengikuti dan tunduk pada larangan/perintah tersebut. Tersebutlah setelah turun ayat yang mengharamkan kamr, para sahabat segera berlari ke seluruh penjuru kampung dan mengabarkan hal itu. Saat itu terdapatlah segerombolan orang yang sedang meminum arak, sebagian dari mereka separuh gelasnya telah habis diminum dan separuhnya lagi siap untuk diminum, sebagian dari mereka ada yang bibirnya telah menyentuh bibir gelas berisi arak dan tinggal sedetik lagi air itu akan masuk ke dalam mulutnya. namun, begitu mendengar seruan itu mereka segera membuang semua gelas dan memecahkan kendi-kendi berisi arak dan mereka berlarian ke rumah-rumah mereka untuk mengabarkan hal itu dan menghancurkan semua guci-guci besar berisi arak di dalam rumah mereka yg telah disimpan bertahun-tahun, dan jadilah Mekkah waktu itu banjir dengan arak yang terbuang, Subhanalloh.

Ssstt ngomong-ngomong memangnya kenapa kalau Indonesia jadi negara Thaliban(just kidding loh ...:D..). Sepertinya 'adem', 'ayem', dan 'tentrem' ya melihat wanita-wanita berpakaian dan berkerudung sopan dimana-mana dikala mata memandang. Mereka berlaku sopan dan mampu menjaga diri dan kehormatannya. Mereka menundukkan pandangannya, menunjukkan rasa malu, dan tidak menunjukkan sikap yang mampu menggoda laki-laki(kecuali terhadap suaminya loh). Ssstt memang apa salahnya kalau wanita dianjurkan untuk tinggal di rumah. Di dalam rumah, mereka menjadi madrasah utama dan pertama bagi anak-anaknya. Di dalam rumah mereka menjaga kehormatan dan harta suami dan keluarganya. Di dalam rumah mereka bersedekah dengan melakukan banyak kebaikan dan pekerjaan yang sebenarnya bukan kewajiban istri; memasak, mencuci baju, mengepel, dll(kaum laki-laki nggak boleh protes karena ini dinyatakan oleh seorang ustadz dlm suatu kajian keluarga sakinah loh :D ). Di dalam rumah mereka bisa belajar banyak hal, bisa mempunyai waktu yang cukup luang untuk mentadabburi Al-Quran, menghapal Al-Quran, dan mempersiapkan rencana-rencana penuh semangat untuk mengamalkan Al-Quran bersama keluarga.

Hemm sepertinya ada banyak hal lain yang yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang penting satu kata, 'produktif'..'produktif'..dan 'produktif'. Pernah dengar belum kultur di negara jiran kita, Malaysia. Menurut salah seorang teman, ada trend baru di negara Malaysia, yaitu kaum wanita dianjurkan untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin(paling tidak S2), tetapi trend itu tdk diikuti dengan semakin pesatnya karir wanita di luar rumah, justru sebaliknya ketika mereka menyelesaikan studinya, mereka kembali ke rumah dan fokus kepada keluarganya, mendidik anak-anaknya dengan bekal pengetahuan yang selama ini mereka dapat. Jadi, dapat dibayangkan betapa bagus kualitas SDMnya(kualitas SDM tentu tdk hanya dihubungkan dengan IQ saja kan, moral, akhlak adalah hal yg tidak bisa dipisahkan). Pernah dengar belum, kisah wanita di negara-negara perintis feminisme di Eropa nun jauh di sana. Di kala negara-negara Asia kini menjadi pengikut setia gerakan feminisme ini, ternyata di sana terjadi perubahan cara pandang yang sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip feminisme. Kaum wanita dan ilmuwan di sana telah menyadari dampak yang timbul karena gerakan feminisme ini, keluarga yang hancur, moral bangsa yang hancur, atau bahkan bangsa itu akan hancur pelan-pelan seiring masa(ya iyalah katanya wanita tiang negara gitu lohhh...). Jadi, begitulah kini wanita-wanita itu mulai kembali ke rumah dan fokus mengelola rumah tangganya.

Kembali ke masalah APP, lagi-lagi wanita menjadi fokus(sepertinya membicarakan wanita kok nggak ada habisnya yach). Wanita adalah makhluk yang lembut dan unik. Seharusnya dia dilindungi dan diayomi, bukannya dijadikan objek penderita dan mesin uang bagi pihak tertentu. Wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, jika ia dibiarkan ia akan 'bengkok', jika ia diperlakukan keras ia akan 'patah', tuh susah ya, jadi harus ada pencampuran seimbang dalam memperlakukannya, diantara kelembutan dan ketegasan. Jadi, UUAPP ini adalah salah bentuk perlindungan terhadap kaum wanita, bukan sebagai pengekang gerakan kebebasan. Jika merasa pekerjaannya terancam, maka pikirkanlah untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Jika merasa pariwisata terancam, maka carilah solusi dan jadikanlah objek wisata yg lain(penulis yakin masih begitu banyak objek wisata yg bisa diekspos dibanding objek wisata 'yang begituan') sebagai tujuan wisata yang menarik, asal dikelola dengan baik dan disiplin yang tinggi.

Jadi buat rekan-rekan yang setuju dengan UUAPP yuk kita mulai mendukungnya, kembali lagi mulai dari diri dan keluarga kita, mulai dari hal-hal yang kecil, dan mulai dari saat ini juga. Semoga kita dijadikan khalifah yang terbaik di dunia ini, paling tidak khalifah bagi diri kita sendiri. Semoga kita digolongkan dalam salah satu barisan yang memperjuangkan agama-Nya.

-- Bdg, 11 April 2006 --

6 Comments:

At 11:16 PM, Blogger exd0kl67 said...

While you read this, YOU start to BECOME aware of your surroundings, CERTIAN things that you were not aware of such as the temperature of the room, and sounds may make YOU realize you WANT a real college degree.

Call this number now, (413) 208-3069

Get an unexplained feeling of joy, Make it last longer by getting your COLLEGE DEGREE. Just as sure as the sun is coming up tomorrow, these College Degree's come complete with transcripts, and are VERIFIABLE.

You know THAT Corporate America takes advantage of loopholes in the system. ITS now YOUR turn to take advantage of this specific opportunity, Take a second, Get a BETTER FEELING of joy and a better future BY CALLING this number 24 hours a day.
(413) 208-3069

 
At 5:49 AM, Blogger sand said...

saya termasuk yang setuju, tapi saya juga nggak bisa tho begitu saja suudzon sama yang nggak setuju. jadi ingat kata bapak "nggak ada na orang yang mau jelek itu, adanya orang yang nggak tau bahwa itu jelek". Cita2 para wakil rakyat itu mulia sekali, tapi masyarakan kita sudah kadung sebegitu porak porandanya ups bervariasi dalam berbagai segi maksudnya.. mungkin tugas kita untuk bisa merangkul mereka2 yang belum faham itu, bagaimanapun caranya, entah itu pelaksanaannya sedikit demi sedikit yang penting diterima.. atau apa lah.
sakkal setelah dikomando untuk mengikuti demo sejuta umat, aku cari isi dari RUUAPP itu di inet, eh.. memahaminya kok ya saya jadi mumet, wong cilik kayak saya ini mana mudeng bahasa2 yang canggih begitu, apalagi me-reka2 konsekwensi2nya
bravo dik.. tulisannya panjang bener..

 
At 9:17 PM, Blogger ~bunbun cantik~ said...

assalamu'alaykum
mana fotonya nikahan bu....
ditunggu yaaa.....
wassalamu'alaykun

 
At 3:05 PM, Blogger y8zlu62io said...

hey, I just got a free $500.00 Gift Card. you can redeem yours at Abercrombie & Fitch All you have to do to get yours is Click Here to get a $500 free gift card for your backtoschool wardrobe

 
At 1:13 AM, Blogger M. Luthfi al-Anshori said...

hai, pa kabar? lam kenal dariku. met lebaran yah...

 
At 12:14 AM, Blogger lidah penghunus said...

assalamualaikum. jemputlah ke http://lindunganbulan.blogspot.com dan http://karyamuslim.blogspot.com

 

Post a Comment

<< Home