Friday, December 10, 2004

Semangat Baru

Assalamu’alaikum wr wb
Lama sekali tidak menulis blog, seiring itu banyak sekali yang sudah terjadi. Hari demi hari di Bandung kurasakan semakin sesak dan juga semakin membuat aku bersemangat menyelesaikan semuanya, meninggalkan semua kenangan di sini, dan pulang kembali ke Jawa Timur. Cita-cita klasik, yang terkadang begitu mengganggu.

Waktu terus berjalan dan aku tidak mampu menahannya. Kehidupan terus berubah dan aku masih terhanyut di dalamnya dalam keterpakuan. Manusia hanya membutuhkan waktu untuk bisa meneima perubahan itu, menyenangkan atau menyakitkan. Alhamdulillah, walaupun aku masih belum begitu mudah beradaptasi dengan perubahan, sekarang aku merasa harus lebih dewasa dan bijak menghadapinya. Inilah dunia. Inilah kehidupan yang sebenarnya, penuh lika-liku, perjuangan, dan pengorbanan.

Minggu-minggu ini kuliah setelah libur Hari Raya Idul Fitri telah mulai aktif. Namun, kegiatan keputrian belum berjalan efektif. Aku merasa, teman2 di keputrianlah yang membuat aku terus bertahan sampai kini di Bandung, insyaAllah. Saat-saat membosankan dan menyulitkan dalam kehidupanku akan sirna begitu aku berkumpul dengan mereka.

Di lain pihak, banyak sekali terjadi perubahan. Teman-teman yg berubah perilakunya, pindah bagian di tempat pekerjaan, dan yang terakhir aku pindah kost, sebuah keputusan yang berat. Semuanya terjadi begitu cepat dan masa-masa sekarang ketika aku sejenak termenung, semua telah terjadi dan seakan mimpi Namun, inilah hidup yang fana.

Aku mulai merancang masa depanku, tetapi terkadang bayangan menakutkan itu datang. Namun, hanya kepada Allahlah sebaik-baik penolong dan pelindung, Yang menjamin semua kehidupan makhluknya, Yang selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya. Sedikit demi sedikit hal-hal yang tidak pernah kubayangkan tiba-tiba terjadi begitu saja, dan saat aku sadar, terhenyak, aku telah semakin mendekatinya.

Aku capek, menari-narikan jari jemari di atas tuts keyoboard hitam seakan refleksi kerinduan akan pengusir kejenuhan yang begitu menyenangkan. Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk mengabdi kepada-Mu, dalam seluruh hidupku.



2 Comments:

At 6:01 PM, Blogger Zadig said...

Tulislah lagi, ukhti...

 
At 12:14 AM, Blogger wink' said...

slkm..
untuk asih.
semangat yang baru bukanlah jaminan untuk bisa terus berada dan bertahan dalam suatu koloni baru yang kita datangi.
ada satu hal penting yang musti kita sadari bersama yaitu segala sesuatu yang kita alami dari kecil sampai kita mati nantinya adalah sebuah proses kehidupan,tinggal kita sendiri yang menentukan bagaimana proses kehidupan kita berlangsung sebab itu adalah garis nasib yang tidak ditakdirkan oleh ALLAH.(kalo salah koreksi yah )

Mengenal tulisanmu,membaca dan memperhatikannya, asih terlalu bersifat "mengadu" yang terlihat menggambarkan keberadaan asih yang jauh dari orang orang yang menyayangi asih sendiri.

Sebelumnya saya kenalkan diri saya,nama gua yan gua jg di bandung.....
kehidupanku mungkin tak jauh berbeda dengan ukhti,dan perbedaan gender bagi gua bukan masalah karna ALLAH sendiri mengazab kita nantinya bukan berdasarkan faktor gender kita,biarpun nantinya ada azab yang berdasar gender tersebut.

apa yang asih alami mungkin ngga jauh beda dengan gua,berasal dari non bandung, and masalah terbesar yang menurut gua sama adalah kita sama sama terperangkap dalah masalah mengenal jati diri dan koloni,kurasa itu wajar,karena bagian dari proses kedewasaan.
mengingat umur asih masih 20,gua jadi inget bahwa sewaktu gua juga berusia yang sama gejolak pikiran dan gelisah akan berbagai hal yang ternyata itu semua hanyala semu belaka melanda.

tapi sekali lagi gua cuma menekankan bahwa semuanya adalah proses kedewasaan.gua sekarang 23, (ngga tua tua banget khan.....HEHE ) .

kalo boleh berbagi saya punya sebuah filosopi yang saya temukan sendiri dan lagi saya perdalam,gini...........

"hidup itu laksana aliran air sungai.....................
(terlepas dari ukuran sungai itu ,besar kecilnya sungai tidak menjadi masalah,)
batuan,lumpur,banjir,kemarau yang melanda aliran sungai itu adalah proses kehdupan kita......
kemampuan air menempus batu,lepas dari kekeringan adalah tegad dan ketegaran kita..............
sejauh mana air itu berguna itulah bakti kita.............
besarnya bah yang melanda adah kemarahan kita.............
yang jelas dari semua itu adalah.........
(air mengalir sampai jauh akhirnya ke laut) "bengawan solo tu.....hehhe..
disitulah "SAMPAI LAUT" tujuan hidup kita..............

ok asih...kerenkan ..hehe..gua jg ngga ngerti.....

wassalam.

 

Post a Comment

<< Home