Wednesday, July 28, 2004

Ada sesuatu di luar sana

Assalamu’alaikum
Chayoo!! Semangat lagi !!
Alhamdulillah, sejak kemarin aku telah bersemangat lagi setelah beberapa hari belakangan ini merasakan kejenuhan yang begitu memuncak. Di tempat aku bekerja sedang tidak ada proyek yang dilakukan. Sepanjang hari selama 8 jam penuh aku duduk di depan komputer dan berpetualang di dunia maya. Coba bayangkan bahwa hal itu berlangsung hampir sebulan berturut-berturut. Sekali-kali aku menemukan situs developer Lotus Domino yang bagus. Dari situ jika ada tips-tips bagus aku segera mencoba di server lokalku.

Kemarin, sesuatu telah terjadi di hatiku !
Di sebelah gedung tempat aku bekerja terdapatlah sebuah jalan kecil berimbun bernama Jalan Sentot Alisjahbana. Pertama kali aku ada di Bandung, aku selalu terkesan pada tempat itu. Beberapa kali aku melewatinya ada sebuah perasaan yang melintas di hatiku. Tempat itu begitu asri dan sedikit banyak mengingatkanku pada masa lalu, bahwa jalan yang paling aku senangi adalah jalan yang di sepanjang kanan-kirinya ditumbuhi pohon-pohon rimbun. Di kampung halamanku, jalan itu diwarnai oleh persawahan yang membentang sepanjang mata memandang.

Aku mempunyai kebiasaan membawa bekal untuk makan pagi dan siang. Ada banyak alasan mengapa aku membawanya, salah satunya karena perutku sangat sensitif terhadap makanan sehingga aku harus benar2 berhati-hati. Dengan membawa makanan dari rumah, insyaAllah, aku tahu benar kehegienisannya sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap reaksi perutku. Sejak pertama aku membawa bekal makanan, aku jadi berpikir bahwa pasti sangat menyenangkan bila setiap hari mempunyai variasi bekal makanan sehingga sekarang aku rajin mengumpulkan resep praktis kreatif untuk bekal makan pagi. [ :D ]

Kemarin aku memutuskan untuk tidak membawa bekal dan menyediakan diri untuk makan bersama ibu2 di bagianku. Setelah berdiskusi cukup lama beliau2 memutuskan untuk makan di dekat Taman Cilaki. Aku pikir tempat itu cukup jauh, tapi tidak berani membantah. Aku berjalan keluar kantor dan ini adalah untuk pertama kalinya setelah jangka waktu yg lama aku tdk pernah makan siang di luar. Paling tidak aku menemukan suasana yg baru selain sebuah suasana rutinku pada jam makan siang : duduk di depan komputer, menggerakkan mouse dengan tangan kiri[ini adalah kebiasaan yg kuterapkan sejak pertama kali aku bekerja], makan dengan tangan kanan, dan mataku tidak bisa lepas dari info2 yang ada di dunia maya.

Aku selalu terpesona pada langit dan tumbuhan. Siang itu langit begitu cerah dan Gedung Sate berdiri dengan gagahnya di sejurus mata memandang. Kunikmati hari itu dan kejenuhan serta kesedihan hari kemarin perlahan hilang. Bercanda dengan ibu2 ternyata menyenangkan juga. Sepanjang jalan kunikmati daun-daun yang berguguran. Beberapa pohon terlihat kering dan gersang, tapi begitu indah. Itu mengingatkanku dengan cerita temanku lewat Chat tentang musim2 di negara tempat ia belajar, Jerman. Musim gugur, katanya, adalah musim dimana daun-daun berubah warna menjadi kekuningan dan menurutnya itu sangat romantis.

Ada banyak keindahan di luar sana. Kenapa aku sering terkungkung dengan dunia yang kubentuk sendiri ? Siang itu, ada sebuah perasaan maha kuat yang hadir di hatiku, yang telah meluruhkan segenap kekakuan dan kehampaan yang menggelutiku. Allah telah menciptakan dunia ini begitu indah dan penuh warna. Seluruh alam semesta berdzikir pada-Nya sehingga aura pesonanya mengena di setiap hati yang menikmatinya. Sebuah hal kecil sepele adalah keindahan yang memikat hati.

Taman Cilaki pun kulihat begitu indah dan mempesona. Ada sebuah aliran sungai kecil yang melintas di antara rerimbunan pohon dengan rumput-rumputnya yang menghijau, terasa sejuk dan segar. Kami makan di pinggiran taman ini seraya melepaskan pandangan ke depan yang disambut dengan keasrian dan kedamaian. Beberapa orang kadang terlihat berlalu lalang di jalan setapak di dalam taman itu. Sepanjang acara makan siang itu banyak sekali cerita yang terlontar dan aku pikir, kebersamaan adalah hal yang tidak bisa ditukar nilainya dengan apapun, terlebih kebersamaan dengan Allah. [J ]

Seseorang tidak akan pernah lepas dari kejenuhan dan saat itu sebuah dunia lain atau keindahan kecil amatlah sangat berguna untuk memberinya semangat dan keceriaan kembali. Hari ini, alhamdulillah, aku telah ceria kembali. Setidaknya, bila suatu saat aku jenuh kembali, aku tahu ada banyak hal di luar sana yang begitu indah dan insyaAllah akan memberikan aku semangat lagi.

 
Wassalamu'alaikum wr wb

0 Comments:

Post a Comment

<< Home