Tuesday, June 29, 2004

Perjalanan Sepuluh Hari

Assalamu'alaikum, alhamdulillah ini sudah di awal bulan Juli. Semoga ada banyak hikmah dan ibroh yang bisa diambil dari detik-detik kisah yang dialami di bulan lalu. Termasuk juga dari catatan perjalanan sepuluh hari ini. Aku hanya bisa mengucapkan Subhanalloh, ternyata aku bisa sekuat ini. ;)

15 Juni 2004
Sekitar pukul 10 pagi telepon di mejaku berdering, dari seorang bapak, karyawan di sini, yang sedang implementasi aplikasi di Divisi Pelatihan.
"Dik, ada masalah dengan aplikasinya ... Nanti malam aku mau ke Surabaya... mau ikutan?".
Sejenak aku begitu senang dan berharap bisa ikut ke sana[sekalian melepas rindu pada kota Malang]. Aku sedang menghadapi UAS dan hari itu hari terakhir dengan ujian mata kuliah AP II yang cukup memusingkan. Namun, semuanya berjalan lancar, acc dari kepala bagian, izin pulang duluan untuk persiapan, tiket sdh siap, dan aku tinggal berangkat. Ada satu ganjalan yaitu bahwa hari Sabtu dan Minggu akan ada praktikum dan jika aku tdk ikut bearti aku harus mengambilnya tahun depan. Oh tidakkk!!! Hari itu aku tahu asisten dosenku yang mengurusi masalah praktikum sedang pulang ke rumahnya. Aku jadi tambah bingung dan berharap selepas ujian dia akan tiba-tiba datang dan muncul di depan kampus atau aku akan berkonsultasi lagi setelah aku sampai di Surabaya. Hem...alhamdulillah ketika aku sdg bingung harus bagaimana menghadapi praktikum nanti dan sedang mengejar waktu keberangkatan kereta, dia kutemui. Semuanya berjalan lancar pun ketika kereta mulai berjalan dan aku harus mendadak mengirim sms ke ibu untuk meminta doa. Ada banyak cerita yang terlontar di dalam kereta dan aku berpikir bahwa aku harus banyak bersyukur.

16 Juni 2004
Alhamdulillah, kota Surabaya menyambutku dengan indah pagi itu. Perjalanan ke divre V pun terasa lancar dan menyenangkan, kenangan beberapa tahun silam tentang kota ini tiba-tiba hadir. Aku senang bisa bertemu teman-teman di sini, aku senang bahwa mereka tetaplah menjadi teman2 yg menyenangkan walaupun masing2 telah memiliki dunia sendiri2, aku senang bahwa mereka tetap istiqomah sebagaimana komitmen kita di masa sekolah dulu. Pekerjaan di sini hanyalah implementasi slip gaji dan itu adalah pekerjaan mudah sekali. Tidak ada setengah jam aplikasi telah terinstall dan user guide telah diterima pegawai di sana. Aku mempunyai banyak waktu bersama teman2, bersilaturahmi ke bagian yang dulu aku pernah magang di sana lalu malamnya menghabiskan waktu bersama dan esok harinya semua pekerjaan telah selesai hingga aku bisa bergegas pergi ke Malang.

17 Juni 2004
Aku masih merenung di dalam bis yg membawaku ke Malang. Aku sdh lama sekali tidak naik bis ini dan menikmati suasana yang dulu hampir setiap minggu kutemui. Ada satu tempat yang selalu kukenang keindahannya dan bahkan dulu pernah kulukis sebagai kenang-kenangan[sayang sekali lukisan2 ku pernah dipinjam adik kelas untuk pergelaran dan selang beberapa tahun saat kulacak keberadaannya tidak ada yg bertanggungjawab]. Tempat itu adalah sebuah jembatan indah di daerah Lawang. Di sisi kiri jembatan terlukis hamparan pegunungan menghijau yang mengagumkan. Di sisi kanannya bertingkat perumahan penduduk yang masih asri. Saat itu matahari senja bulat bertengger begitu indahnya di ufuk barat. Sinarnya begitu terang sejingga mega di sekitarnya. Subhanalloh bangett! Saat aku melewati jembatan itu siang itu aku begitu kecapekan hingga tak sempat menikmatinya.

Kota Malang masih seperti dulu, paling tidak itu kesan pertamaku saat menginjakkan kaki di Terminal Arjosari. Sehabis zuhur segera aku mencari angkot yang membawaku ke daerah Sawojajar, tempat yang penuh kenangan. Adik kost terkecilku[mantan teman sekamar] sudah menjemputku di BTN dengan sepeda kecilnya. Dia masih seperti yang dulu, agak manja, agak semrawut, tapi adalah the best sister yang pernah kutemui[ ;) ]."Aku kelaparan", bisikku. Dia tertawa, "aku juga". Lalu kami tertawa bersama dan berjalan mencari makan siang dengan terlebih dahulu membelikan oleh-oleh untuk ibu kost. Seperti biasa, dia akan bercerita panjang lebar, mulai a-z, mulai dari pengalaman UAN sampai rencananya ke depan. "Dik, ke ITB aja", godaku. Dia jadi manyun, "huu aku tahu pasti biar nemenin mbak di sana ya?". Aku tertawa kecil, "em salah satunya". "Nggak ah mbak, aku mau ke ITS aja".

Kamar kostku telah banyak berubah. Penempatan barang2 yang berubah, tempelan-tempelan yang semakin semarak di dinding-dinding, memenuhi ruangan kecil itu sekarang. Sore harinya suasana semakin ramai dengan kehadiran adik-adik kost yg lain. Sore itu kami berencana foto bersama, makan malam bersama, dan menghabiskan malam bersama melihat "Baby Days Out" di kamar. Lucu sekali hingga kami sepanjang pemuataran vcd itu tertawa terbahak-bahak. Cerita yang sangat kreatif dan sang bayinya sangat menyenangkan. Aku tahu, aku akan selalu merindukan saat-saat seperti ini.

"Pulang ke rumah nggak?", sms ibu telah membuat aku bingung. Jika aku pulang ke rumah berarti aku akan balik ke Bandung hari minggu dan itu berarti aku telah melewatkan rapat LPJ DKM,praktikumku, dan kegiatan tadabbur. Namun, perjalanan ini telah membuat aku kecapekan dan akhirnya kuputuskan untuk pulang ke Bandung esok harinya.

18 Juni 2004
Hari yang sibuk sedari pagi. Adik-adik harus berangkat kerja dan kuliah. Waktu terus berjalan hingga pukul 14.00 tiba. Dengan diantar adik kandungku aku pulang ke bandung.

19 Juni 2004
Subuh aku sampai di bandung dan tidak ada waktu lagi untuk berdiam diri karena banyak pekerjaan yang harus kulakukan. Pukul 07.00 aku harus tiba di kampus untuk mengikuti rapat LPJ. Masih mengantuk dan terasa capek, tetapi melihat wajah ceria teman-teman semuanya seakan sirna[ :D ]. Rapat berjalan lancar hingga sehabis zuhur. Aku pamit sebentar untuk mengikuti kegiatan rutin pada hari Sabtu-ku lalu balik lagi ke kampus dan diskusi lagi dengan teman-teman lainnya. Waktu terus berjalan hingga jam praktikum tiba sehabis asar. Seharian ini aku tidak ada di kostan. Malamnya aku harus mempersiapkan diri untuk kegiatan tadabbur esok harinya. Mmmhhhh hari yang panjang...

20 Juni 2004
Semangat lagi!! Aku bersemangat sekali pagi ini. Kegiatan berjalan dengan lancar. Subhanalloh tempatnya bagus banget. Berjalan di antara rerimbunan pohon dan mendaki bukit dengan semangat. Rasanya semua lelah hilang dan jiwa raga terasa segar kembali. Mereset hati ke titik nol setelah semua yang terjadi. Menata hati kembali setelah sempat terombang-ambing. Memantapkan hati kembali bahwa ada banyak tugas yang harus aku selesaikan. Menyadari bahwa ada banyak hal di luar sana yang teramat indah.

Sarapan di dekat air terjun Maribaya, subhanalloh banget. Aku pikir ini adalah cara yg efektif untuk saling mengerti dan mencoba mendekatkan diri kepada mereka. Sedikit banyak saling sharing dan diskusi lalu menyelesaikan masalah bersama-sama, kadang baru aku sadari kalau akhwat sudah berkumpul ternyata 'rame'.

Bolak-balik dari Dago Pakar ke Maribaya cukup melelahkan juga[tapi menyenangkan]. Pulangnya aku begitu capek hingga ketiduran dan harus 'gelagapan' karena terlambat praktikum. Aku harus menelepon untuk meminta izin terlambat dan sampai sekarang aku ingin sekali meminta maaf karena pernah salah omong pada asisten dosenku waktu meminta izin. Aku bilang "Asih baru sampai di kostan", tata bahasa yg benar : "Asih masih ada di kostan", karena dua kalimat ini mengandung makna yang berbeda [semoga suatu saat dia membaca blog ini dan memaafkan :) ].

Hmmm....hari yang melelahkan juga....[tapi menyenangkan]

21 Juni 2004
Kembali ke kantor ditemani sinar matahari pagi yang hangat. Aku begitu bersemangat setelah semua yang terjadi beberapa hari ini. Siang hari kabar dari DKM bahwa besok akan ada tadabbur dan perencanaan agenda DKM tahun depan ke Taman Cibodas cukup mengagetkanku. Namun, aku sedang dalam keadaan semangat hingga aku memutuskan mengambil cuti sehari dan menghabiskan waktu bersama teman-teman. Kabagku agak terkejut dengan permintaan cutiku, tapi akhirnya mengijinkanku setelah memastikan tidak ada beban pekerjaan untukku esok harinya.

22 Juni 2004
Aku agak marah kepada DKM karena beberapa kali selalu melaksanakan acara sistem dadak-mendadak. Mungkin karena type perfeksionis hingga aku selalu ingin merencanakan sesuatu dari awal, menimbang kebaikan keburukan, mengkaji kemungkinan2 yg akan terjadi dan solusinya. Semuanya serba mendadak dan kami harus bergerak cepat. Namun, alhamdulillah acara itu berjalan lancar juga. Kesempatan kedua untukku mendekatkan diri pada teman-teman. Ada suatu kata mutiara yang masih selalu aku simpan dan kujaga, "Di dunia ini tdk ada persahabatan yang indah melebihi persahabatan yang didasari iman & islam" [ ;) ]. Malam harinya saat tiba di Bdg aku mendapat berita mengejutkan bahwa aku harus pergi ke Jkt dengan kereta pukul 06.00 esok harinya. Pentingg..tugas dinas! Aku mendesah pelan...ternyata perjalananku belum berakhir. Mlaam itu aku begitu sibuk mempersiapkan barang2 yg akan kubawa karena aku akan menginap di Jkt.

23 Juni 2004
Pagi yg dingin berkabut. Aku mengejar kereta pukul 06.00. Di stasiun, kereta hampir berangkat dan kucari bapak/ibu yg akan pergi bersamaku. Sepanjang perjalanan aku hanya bisa tidur..tidur...dan tidur.[tapi tetap bersemangat :D ]. Hari-hari di Jakarta sangat menyenangkan. Seminar yg diadakan bagus yaitu tentang aplikasi helpdesk 'remedy' di RTM Plaza DM. Malam harinya kami menginap di Kartika Chandra. Waktu itu sedang semarak Pekan Raya Jakarta dan suasana betawi tampak sekali di hotel itu. Aku sudah cukup capek hingga malamnya setelah pergi ke Plaza Semanggi untuk mencari makan malam, tidur adalah hal yg sangat menyenangkan. Jakarta indah sekali pagi itu sehabis subuh dari tirai jendela kamar ini. Sinar matahari pagi menyambutku dengan ceria. Perjalanan belum berakhir.

24 Juni 2004
Pagi-pagi kabagku sdh menyuruhku pulang karena ada perubahan di aplikasiku. Server database mengalami perubahan alamat IP. Aku cukup terkejut dan meminta saran rekan lainnya. Seorang bapak tdk mengijinkan aku pulang dan menyuruhku menginstruksikan perubahan yg harus dilakukan di aplikasi pada rekan lainnya via telepon. Aku cukup terganggu karena sebentar2 telepon dari Bdg datang dan seminar itu akhirnya dipercepat. Alhamdulillah, sebelum zuhur semua masalah di Bdg sudah selesai, aku bernafas lega.

Sehabis zuhur perjalanan pulang ke bandung dilakukan. Aku bernafas lega dengan perjalanan selama 10 hariku ini dan mencoba mengambil hikmah darinya. Harus banyak bersyukur, harus banyak intropeksi diri, dan la tahzan[jangan bersedih] karena ada teramat banyak hal yg indah kita miliki selain dari hal-hal kecil yang meresahkan.

:)












0 Comments:

Post a Comment

<< Home